Kamis, 27 Jan 2022 10:26 WIB

Terungkap! Ternyata Ini yang Bikin Gejala Omicron Lebih Ringan dari Delta

Vidya Pinandhita - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Riset menyebut gejala COVID-19 varian Omicron lebih ringan dibanding varian Delta. Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut varian Omicron menimbulkan COVID-19 yang lebih ringan dibanding varian Delta, varian yang sempat memicu lonjakan kasus besar-besaran di banyak negara termasuk Indonesia. Hal tersebut mengacu pada durasi rawat inap yang lebih singkat, perawatan intensif lebih minim, serta lebih rendahnya risiko kematian.

Dikutip dari Reuters, riset mencatat seiring lonjakan tajam jumlah kasus COVID-19, persentase pasien dirawat inap di unit perawatan intensif (ICU) 26 persen lebih rendah dibanding gelombang varian Delta pada 2021. Hasil riset tersebut kemudian dipublikasikan di CDC Morbidity and Mortality Weekly Report.

Penyebab Omicron relatif lebih ringan dibanding Delta

Penelitian menyebut, tingkat keparahan penyakit akibat infeksi varian Omicron cenderung lebih rendah dibanding varian Delta dipengaruhi oleh cakupan vaksinasi COVID-19 yang kini sudah lebih tinggi dibanding 2021.

Selain itu, kekebalan masyarakat juga kini kian menguat lantaran vaksinasi COVID-19 sudah meluas, ditambah imunitas natural dari infeksi virus Corona sebelumnya.

Berdasarkan analisis data di Afrika Selatan, Inggris, dan Skotlandia sebelumnya, kasus rawat inap pada kelompok anak-anak relatif tinggi selama gelombang Omicron. Peneliti menduga, hal tersebut disebabkan tingkat cakupan vaksinasi COVID-19 yang lebih rendah pada anak-anak dibanding kelompok dewasa.

Namun catatannya, varian Omicron terbukti menyebar dengan amat cepat dan mencetak rekor baru jumlah kasus infeksi dan rawat inap di AS. Walhasil, kini sistem perawatan kesehatannya terimbas.



Simak Video "Omicron Identik dengan Batuk Kering dan Kelelahan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)