Kamis, 27 Jan 2022 18:40 WIB

Fakta-fakta Subvarian Omicron BA.2 dan Cara Mencegahnya

Ayunda Septiani - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Topik Hangat Son of Omicron
Jakarta -

Belum lama ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya versi baru COVID-19 varian Omicron yaitu BA.2. Sejauh ini para peneliti masih menyelidikinya, termasuk gejala varian BA.2.

Versi baru yang dikenal sebagai BA.2 ini adalah turunan dari varian Omicron (dikenal sebagai BA.1). Menurut WHO, BA.2 ini memiliki beberapa perbedaan dalam beberapa mutasi termasuk mutasi pada protein spike daripada BA.1.

Dikutip dari laman Health, hingga saat ini para peneliti belum tahu banyak tentang BA.2, bagaimana soal perbandingannya dengan varian Omicron asli, termasuk mengenai penularan dan gejala varian BA.2.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKSHA) telah menetapkan BA.2 sebagai varian yang sedang diselidiki, termasuk gejala varian BA.2.

Perhitungan awal menunjukkan BA.2 bisa menjadi 1,5 kali lebih menular daripada BA.1, menurut keterangan Statens Serum Institut (SSI) Denmark pada Rabu (26/1).

Namun, analisis awal oleh lembaga tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan risiko rawat inap untuk BA.2 dibandingkan dengan BA.1.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi soal gejala varian BA.2 yang merupakan mutasi dari Covid-19 varian Omicron. Namun, Covid-19 varian Omicron sendiri diketahui memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa.

Berikut gejala umum COVID-19 varian Omicron:

  • demam
  • batuk
  • sakit kepala
  • pilek
  • tenggorokan gatal
  • berkeringat di malam hari
  • kelelahan
  • nyeri otot (myalgia) di banyak bagian tubuh

Sebagai langkah pencegahan, para ahli telah menganjurkan pola hidup sehat serta penerapan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), vaksinasi COVID-19 dosis lengkap, dan vaksin booster COVID-19.

Menurut laporan, masker N95 dan KN95 dinilai sebagai pilihan masker terbaik untuk mencegah Covid-19 dibandingkan masker bedah dan masker kain.

Masker N95 dan KN95 memiliki daya lindung yang lebih baik karena mengandung serat polipropilen. Serat ini berfungsi sebagai penghalang mekanis dan elektrostatik. Kedua jenis masker ini bisa mencegah partikel kecil masuk ke hidung atau mulut.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)
Topik Hangat Son of Omicron