Kamis, 27 Jan 2022 19:16 WIB

Bye-bye Omicron! Inggris Cabut Pembatasan COVID-19, Warga Tak Wajib Masker

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Indonesia dan sejumlah negara lainnya menangguhkan perjalanan dari beberapa negara di Afrika. Hal itu dilakukan imbas munculnya varian Omicron. Foto: AP Photo
Jakarta -

Inggris mencabut pembatasan virus Corona usai kasus Omicron diklaim sudah menurun. Pemerintah Inggris mengatakan program booster berhasil mengurangi gejala berat dan rawat inap pasien COVID-19.

Dikutip dari CNA, mulai Kamis (27/1/2022), warga Inggris tak lagi diwajibkan memakai masker. Selain itu persyaratan masuk ke tempat-tempat umum telah dihapus.

Pemerintah Inggris pekan lalu mencabut aturan bekerja dari rumah atau WFH dan panduan untuk memakai masker di ruang kelas. Sementara infeksi terus turun, pejabat kesehatan mengatakan Omicron tetap akan ada di seluruh negeri, terutama di kalangan anak-anak dan orang tua.

Sekretaris Kesehatan Sajid Javid mengatakan program vaksin, pengujian dan pengembangan perawatan COVID-19 digabungkan untuk membuat 'beberapa pertahanan terkuat di Eropa', memungkinkan mereka bisa 'kembali ke kehidupan normal'.

"Saat kita belajar untuk hidup dengan COVID, kita perlu melihat dengan jelas bahwa virus ini tidak akan hilang," katanya.

Para pejabat mengatakan bahwa hampir 84 persen orang yang berusia di atas 12 tahun di Inggris telah mendapatkan dosis vaksin kedua mereka, dan dari mereka yang memenuhi syarat, 81 persen telah menerima suntikan booster mereka.

Meski pemerintah telah mencabut aturan memakai masker, beberapa toko dan transportasi umum masih meminta warga mengenakannya. Walikota London Sadiq Khan masker masih akan diperlukan di bus dan kereta bawah tanah ibu kota.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)