Jumat, 28 Jan 2022 09:34 WIB

Dokter Paru Ungkap Gejala Khas Omicron di Indonesia, Demam Malah Nggak Masuk!

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan testing dan tracing di permukiman padat penduduk guna memutus mata rantai penyebaran Corona. Varian Omicron (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Berbeda dengan varian COVID-19 sebelumnya, Omicron umumnya memicu gejala yang lebih ringan. Dokter paru RS Persahabatan mengungkap beberapa gejala khas yang membedakan Omicron dengan varian lain.

"Dari rumah sakit kami ternyata yang banyak itu adalah gejala batuk dan nyeri tenggorokan," kata dr Erlina Burhan, SpP(K) dalam diskusi dengan media, Kamis (27/1/2022).

Menurut dr Erlina, 'entry point' atau gejala yang muncul pada varian COVID-19 sebelumnya yakni alfa, beta dan delta, umumnya didominasi oleh demam yakni sekitar 90 persen. Sedangkan pada varian Omicron, demam justru hanya ditemukan pada sebagian kecil pasien.

"Demam itu hanya 18-20 persen. Kemudian tidak ada yang sesak, butuh oksigen, Omicron maupun probable Omicron," kata dr Erlina.

"Itu menunjukkan bahwa kerusakan paru nggak ada. Kenapa itu terjadi, karena Omicron ini berkembangbiaknya atau replikasinya itu ada di saluran napas atas, nggak nyampai ke bawah. Kalaupun nyampai, sedikit nggak sampai 20 persen," jelasnya.

Karenanya, dr Erlina berpesan untuk lebih waspada jika mengalami gejala batuk dan nyeri atau gatal tenggorokan. Ia menyarankan untuk tidak menunggu muncul demam, karena sebagian besar pasien Omicron justru tidak mengalami demam.

"Kalau mengetahui ada gejala batuk, nyeri tenggorok atau tenggorok gatal, untuk kondisi Omicron saat ini kita curiga itu adalah Omicron," pesan dr Erlina.

Perkembangan omicron IndonesiaPerkembangan omicron di Indonesia Foto: infografis detikHealth

Saksikan juga: Penjaga 'Terakhir' Warisan Gambang Kromong dari Tangerang

[Gambas:Video 20detik]





(up/vyp)