Peneliti Temukan Varian HIV Baru yang Lebih Ganas, Bisa Cepat Jadi AIDS

ADVERTISEMENT

Peneliti Temukan Varian HIV Baru yang Lebih Ganas, Bisa Cepat Jadi AIDS

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Jumat, 04 Feb 2022 15:45 WIB
Laboratory Request, Hiv Test, Hiv Positive
Peneliti temukan virus baru HIV yang lebih ganas. (Foto: iStock)
Jakarta -

Bukan hanya virus COVID-19 yang dapat menghasilkan varian baru, kini ilmuwan juga menemukan varian baru virus human immunodeficiency virus (HIV) yang disebut lebih cepat menular. Varian baru HIV ini pertama kali ditemukan di Belanda dan disebut sebagai varian VB.

Sebagai informasi, infeksi HIV mampu menghancurkan sel kekebalan tubuh yang disebut CD4. Sehingga jika terinfeksi, sel kekebalan tubuh akan menurun drastis dan jika tidak diobati akan berkembang menjadi acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).

Nah, pada varian VB yang baru ditemukan, virus menyebabkan penurunan sel CD4 dua kali lipat dibanding varian sebelumnya.

Dikutip dari Live Science, Jumat (4/2/2022), jika seseorang terinfeksi varian VB, 2 hingga 3 tahun setelah terdiagnosis akan berkembang menjadi AIDS. Padahal dibanding varian sebelumnya, rata-rata orang baru sakit AIDS setelah 6 hingga 7 tahun setelah ditemukan HIV di tubuhnya.

"Kami menemukan rata-rata orang yang terinfeksi varian ini, berkembang menjadi HIV lanjutan dalam kurun waktu 9 bulan, apabila orang tersebut tidak menjalani pengobatan dan jika terdiagnosis di usia 30-an," ujar peneliti senior genetika dan dinamika patogen di University of Oxford sekaligus peneliti utama Chris Wymant.

Dalam penelitian ditemukan juga obat antiretroviral alias ART yang merupakan pengobatan standar HIV masih mampu bekerja mengobati varian VB.

"Untuk seseorang yang menjalani pengobatan, penurunan sistem imun akibat AIDS bisa dihentikan dan penularan virus ke orang lain juga bisa dihentikan," jelas Wymant.



Simak Video "Prof Zubairi Sebut HIV/AIDS Bisa Dikontrol dengan Obat"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT