Maaf, WHO Bawa Kabar Prihatin soal BA.2 'Son of Omicron'

ADVERTISEMENT

Maaf, WHO Bawa Kabar Prihatin soal BA.2 'Son of Omicron'

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 04 Feb 2022 16:32 WIB
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient
Pasien Omicron. (Foto: Getty Images/Tempura)
Jakarta -

Pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Nicksy Gumede-Moeletsi khawatir melihat perkembangan BA.2 yang belakangan 'ngegas' di sejumlah negara. Ditambah lagi, sub varian Omicron ini sulit ditemukan sebagai salah satu bentuk varian Omicron.

"Kami sangat prihatin," kata Nicksy, dikutip dari Reuters, dalam briefing media online, Jumat (04/02/2022).

Menurut Nicksy, BA.2 sulit ditemukan lantaran tak selalu bisa dideteksi oleh kriteria S-Gene Target Failure. Kriteria tersebut digunakan untuk membedakan varian Omicron asli atau BA.1 dengan varian lainnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu kriteria varian Omicron adalah kehilangan tiga gen yang biasanya ditemukan dalam tes polymerase chain reaction (PCR). Namun, sub varian Omicron BA.2 ini tak memiliki gen yang hilang seperti BA.1 alias Omicron asli. Itu mengapa WHO kini tengah bekerja sama dengan laboratorium untuk mendapatkan gambaran yang lebih tepat tentang penyebaran BA.2.

Selain itu, sub varian Omicron BA.2 atau disebut "Son of Omicron" ini juga dikabarkan telah menyebar di 5 negara di benua Afrika. Ilmuwan juga mengemukakan bahwa BA.2 ini telah mendominasi kasus COVID-19 di beberapa negara.

"BA.2...telah ditemukan di lima negara, yaitu Botswana, Kenya, Malawi, Senegal, dan juga Afrika Selatan. Kami sangat khawatir," kata Nicksy.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT