Merasa Pusing dan Mual Usai Gempa? Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

ADVERTISEMENT

Merasa Pusing dan Mual Usai Gempa? Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 04 Feb 2022 17:40 WIB
Seismograph with paper in action and earthquake - 3D Rendering
Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9
Jakarta -

Gempa berkekuatan magnitudo 5,5 yang berpusat di Bayah Banten pada Jumat (4/2/2022), sore, terasa sampai DKI Jakarta. Bagi sebagian orang yang kemudian merasa pusing dan mual usai gempa, tenang kamu tidak sendiri.

Fenomena ini disebut oleh para ahli sebagai post-earthquake dizziness syndrome (PEDS) atau phantom earthquakes. Contoh yang pernah dilaporkan sebanyak 200 orang mengalami mual bahkan beberapa bulan setelah gempa di Kunamoto, Jepang, pada April 2016.

Satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports 2012 menyinggung adanya gangguan fungsi equilibrium (keseimbangan) tubuh. Peneliti melaporkan gempa dapat memicu terjadinya gangguan keseimbangan dan ini kemudian muncul sebagai rasa pusing dan mual.

Mekanisme serupa terjadi pada orang mabuk perjalanan atau motion sickness. Saat guncangan terjadi, gerakan yang dialami tubuh dan yang teramati secara visual tidak sinkron sehingga muncul berbagai keluhan tidak nyaman.

Teori lain yang menjelaskan fenomena ini adalah fobia terhadap gempa susulan. Bahkan ketika gempa susulan tidak benar-benar terjadi, tubuh mengantisipasinya dengan kepanikan.

Simak Video 'Gempa M 5,5 Guncang Banten, Terasa Hingga Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT