ADVERTISEMENT

Sabtu, 05 Feb 2022 06:30 WIB

Terkuak, Epidemiolog Beberkan Biang Kerok RI Kembali 'Diamuk' COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta. Kasus Omicron di Indonesia membuat infeksi harian kembali melonjak. (Foto ilustrasi: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kasus harian COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan akibat varian Omicron. Tercatat ada 32.211 kasus baru COVID-19 pada hari Jumat (4/2/2022), membuat total kasus aktif saat ini mencapai 140.254.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi, Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI), Masdalina Pane mengatakan varian Omicron di Indonesia menyebar dengan lebih cepat dibandingkan varian Delta tahun lalu. Kasus Omicron saat ini sudah ditemukan di tingkat kabupaten/kota, berbeda dari Delta yang awalnya mendominasi di pusat provinsi.

Kecepatan penyebaran varian Omicron ini disebut Pane karena sistem karantina RI yang sudah rapuh dari awal. Virus masuk dari luar negeri dan dapat menyebar dengan cepat ke daerah-daerah, terutama lewat pekerja migran yang baru kembali.

"Ini karena rapuhnya pusat-pusat karantina kita. Rapuhnya sudah dimulai dari awal," kata Pane dalam program e-Life, Jumat (4/2/2022).

"Sudah ada diskresi pengecualian untuk orang terhormat, pungutan liar, pengurangan masa karantina, itu semua berkolaborasi dengan baik membuat peningkatan kasus kita sangat sempurna," lanjutnya.

Pane mengingatkan COVID-19 Omicron tidak bisa dianggap sepele hanya karena gejalanya 'ringan'. Tantangan sebenarnya bisa jadi dampak potensi kesehatan yang bisa timbul setelah infeksi.

Simak Video 'Mungkinkah 'Berteman' dengan Omicron?':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT