ADVERTISEMENT

Senin, 07 Feb 2022 16:16 WIB

Nggak Usah Panik, Begini Panduan Isoman saat Positif Omicron

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Isoman Omicron berapa hari? Jawaban atas pertanyaan ini penting diketahui agar isoman yang dijalankan efektif. Syarat isolasi mandiri saat positif Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/LucaLorenzelli)
Jakarta -

DKI Jakarta kembali mengalami lonjakan kasus COVID-19. Menurut data corona.jakarta.go.id, per 6 Februari 2022 ada 67.219 kasus aktif.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.625 menjalani perawatan di rumah sakit dan 52.594 menjalani isolasi baik mandiri di rumah masing-masing maupun terpusat di Wisma Atlet.

Guna menghindari lonjakan pasien COVID-19 yang di rawat di rumah sakit, Dinas Kesehatan DKI mengeluarkan panduan dan syarat pasien isolasi mandiri di rumah.

Syarat Isolasi Mandiri di Rumah

Dikutip dari akun Instagram Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (7/2/2022), berikut kriteria pasien yang boleh melakukan isolasi mandiri di rumah:

  • Tidak memiliki gejala atau mengalami gejala ringan
  • Pasien berusia maksimal 45 tahun
  • Tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta
  • Mampu mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lain dari rumah
  • Berkomitmen untuk tetap melakukan isolasi mandiri sebelum diizinkan keluar

Selain syarat klinis tersebut, ada juga syarat tempat isolasi mandiri. Syarat rumah dijadikan tempat isolasi yakni:

  • Memiliki kamar terpisah atau lantai terpisah
  • Kamar mandi dalam rumah terpisah dengan penghuni lain
  • Memiliki pulse oksimeter

Jika pasien positif tidak memenuhi syarat klinis dan syarat tempat isolasi, maka pasien harus melakukan isolasi terpusat yang telah disiapkan pemerintah. Pasien juga harus melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat atau Suku Dinas Kesehatan setempat.

Tips Isolasi Mandiri di Rumah

Jika pasien positif sudah memenuhi syarat yang diberlakukan Suku Dinas Kesehatan, ada tata cara isolasi mandiri di rumah agar bisa cepat pulih dari penyakit tersebut.

1. Selalu Pakai Masker

Selalu memakai masker dan membuang masker bekas di tempat yang ditentukan. Memakai masker juga bisa melindungi keluarga dari paparan COVID-19.

2. Tidak keluar rumah

Hal yang dilakukan saat isolasi mandiri adalah tetap di rumah terlebih jika muncul gejala demam, flu dan batuk. Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah penularan masyarakat.

3. Jaga jarak

Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga. Gunakan kamar mandi terpisah, jika memungkinkan. Jangan berbagi barang-barang rumah tangga pribadi, seperti cangkir, handuk, dan peralatan makan.

4. Jaga kebersihan

Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan lakukan etika batuk dan bersin. Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan.

5. Berjemur

Meski tak bisa keluar rumah, usahakan selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (±15-30 menit).

Tata cara isolasi mandiri di rumah jika positif COVID-19 juga dengan memanfaatkan fasilitas telemedicine. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala yang dialami dan segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut.



Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT