Pengguna Sinovac-AstraZeneca Divaksin Booster, Ini 5 Efek yang Dialami Warga RI

ADVERTISEMENT

Pengguna Sinovac-AstraZeneca Divaksin Booster, Ini 5 Efek yang Dialami Warga RI

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Selasa, 08 Feb 2022 09:00 WIB
Kementerian Kesehatan RI akan memulai vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun pada Selasa (14/12) besok. Vaksin yang diberikan merupakan vaksin Sinovac.
Efek divaksin booster bagi penerima vaksin primer Sinovac dan AstraZeneca. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Program vaksinasi booster COVID-19 sudah dimulai pemerintah sejak Januari 2022 lalu. Sama seperti vaksinasi primer (penerima dosis 1 dan 2), seluruh masyarakat bisa mengakses vaksin booster secara gratis.

Pemerintah Indonesia saat ini menggunakan tiga jenis vaksin booster bagi penerima vaksin primer Sinovac dan AstraZeneca, yaitu Moderna, Pfizer dan AstraZeneca. Ketiganya mempunyai efek samping dan setiap penerimanya terkadang merasakan gejala tertentu atau biasa disebut kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA (K), M.TropPaed mengatakan gejala yang dilaporkan terkait vaksin booster tidak jauh berbeda dengan vaksinasi primer. Ketiga vaksin yang digunakan memiliki KIPI rate di bawah 1 persen atau tergolong ringan.

"Tidak berbeda dengan vaksinasi dasar dan juga tidak ada memperlihatkan gejala-gejala tidak aman. KIPI rate per satu juta dosis di bawah 1 persen," ungkap Prof Hinky saat dihubungi detikcom, Senin (7/2/2022).

Prof Hinky menyebut, jika KIPI rate atau proposisi dari vaksin per satu juta dosis di bawah 1 persen, tentu vaksin tersebut aman.

"Per proposisi sangat kecil sekali (di bawah 1 persen), maka dari itu kami nyatakan aman. Kalau (KIPI rate) udah 50 persen, 70 persen, nah itu sudah warning," tambahnya.

Baca juga:

Gejala KIPI Vaksin Booster

Prof Hinky membeberkan, ada lima gejala ringan yang paling sering dilaporkan dari KIPI vaksin booster seperti:

  • Bengkak lokal
  • Nyeri di tempat suntikan
  • Sakit kepala atau pusing
  • Mual atau muntah
  • Lemas

Selain kelima gejala tersebut, sangat mungkin juga seseorang mengalami gejala seperti mengantuk, pegal, nyeri otot atau sendi, dan demam.



Simak Video "Ada 74 Persen Pasien Covid-19 Gejala Berat di RS yang Belum Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT