Jumat, 11 Feb 2022 19:43 WIB

Perjuangan Dea Ananda Hamil Anak Pertama, Sempat PCOS hingga Jalani Akupuntur

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Dea Ananda saat ditemui di kawasan Pejaten. Dea Ananda (Foto: Hanif Hawari/detikHOT)
Jakarta -

Dea Ananda tengah hamil anak pertama. Saat ini, kehamilannya memasuki usia 20 minggu atau masuk di trimester dua. Sebelumnya, Dea sempat mengalami PCOS hingga jalanin akupuntur.

Dea Ananda dan suaminya, Ariel, memutuskan untuk mendapatkan momongan dengan program bayi tabung. Pasangan yang sudah menikah 12 tahun ini memulai program sejak 2020.

Perjuangan Dea dan Ariel untuk dapat momongan tidaklah mudah. Dea harus menjalani serangkaian prosedur medis karena sempat mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS), endometriosis, dan hidrosalping.

"Aku ketemu dokter, terus disaranin laparoskopi, tapi sebelumnya diperiksa ada PCOS. Kemudian laparoskopi lagi karena dicurigai ada hidrosalping, itu kayak penyumbatan di tuba kiri dan kanan. Akhirnya aku laparoskopi dulu, terus dioperasi diangkat tubanya kiri dan kanan," kata Dea kepada HaiBunda, baru-baru ini.

Dea Ananda kembali menjalani pemeriksaan laparoskopi setelah operasi. Saat itu, ia ternyata mengalami endometriosis, yakni kondisi di mana jaringan mirip pelapis dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rongga rahim.

"Habis itu di laparoskopi lagi, ketahuan di dalamnya ternyata ada endometriosis, jadi diangkat juga," ujar Dea.

Setelah dinyatakan sehat, Dea tidak langsung menjalani program bayi tabung. Sebab, suaminya mesti menjalani analisa sperma karena kualitasnya kurang baik.

Ariel pun disarankan untuk menurunkan berat badan dan menjalani pola hidup sehat oleh dokter. Sekitar tiga bulan, kondisinya baru dinyatakan baik dan siap menjalani bayi tabung.

"Dia (Ariel) analisa sperma dulu, ketemu dokter. Karena dia overweight, jadi kualitasnya kurang ya. Jadi nurunin berat badan dulu," kata Dea Ananda.

"Iya, olahraga, minum vitamin juga. Kira-kira dua atau tiga bulanan, sekitar tiga kali bolak-balik untuk analisa sperma, berat badan diturunin, pola makan, dan istirahat diperbaiki, ada juga obat. Sampai kita dapat kondisi paling bagus itu mulai," timpal Ariel.

Setelah kondisi keduanya dinyatakan bagus, Dea Ananda lalu menjalani tahap awal program bayi tabung, yakni ovum pick up. Setelah prosedur ini, dia kembali harus menunggu karena rahimnya tak kunjung siap untuk transfer embrio.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA:



Simak Video "Peneliti Beberkan Kemampuan Vaksin Merah Putih Melawan Varian Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)