Ada Gejala Omicron, Kapan Harus Tes COVID-19? Ini Saran Satgas

ADVERTISEMENT

Ada Gejala Omicron, Kapan Harus Tes COVID-19? Ini Saran Satgas

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Senin, 14 Feb 2022 19:15 WIB
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah
kapan harus tes COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kapan harus tes COVID-19? Pertanyaan ini kerap dicari oleh masyarakat lantaran belakangan ini lagi melonjak kasus positif COVID-19 akibat varian Omicron. Ditambah lagi, sulit mengetahui seseorang yang terinfeksi lantaran sebagian kasus Omicron hanya memicu gejala ringan atau bahkan tanpa gejala (OTG).

Juru bicara Satgas COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, pada siaran sehat secara daring, Senin (14/2/2022), pun menjelaskan apabila pasien mengalami gejala seperti berikut:

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek
  • Nyeri tenggorokan

Ada baiknya segera tes COVID-19. "Kalau misalnya kita mengalami gejala-gejala yang mengarah ke penyakit COVID-19, seperti keluhan demam, batuk-pilek, nyeri tenggorokan, jadi sebaiknya kita berpikir dulu kalau memang didiagnosisnya ke arah COVID-19. Jadi kita harus melakukan tes terlebih dahulu," tutur dr Reisa.

Pasalnya, hal ini dilakukan sebagai antisipasi untuk ke depannya. Apabila pasien mengalami keluhan tersebut dan langsung melakukan tes COVID-19, maka akan semakin cepat ditangani, baik itu pemberian obat yang benar hingga isolasi.

"Ini sebagai antisipasi dulu. Karena kalau makin terdeteksi dini, maka akan semakin cepat kan, bisa ditangani, obatnya benar, bisa makin cepet isolasi, bisa melindungi dari orang disekitar juga, supaya tidak makin banyak orang yang terkena, terutama keluarga kita," tutur dr Reisa.

Kapan Harus Tes COVID-19: Bagaimana Jika Hasilnya Negatif?

dr Reisa menyarankan untuk melakukan tes COVID-19 kembali pada hari ke-5. Hal ini disebabkan kemungkinan virus mengalami masa inkubasi sehingga lebih mudah dideteksi pada hari ke-5. Namun, apabila hari ke-5 hasilnya tetap negatif, tak perlu lagi untuk menjalani isolasi mandiri.

"Jadi kalau misalnya kita udah tes, trus hasilnya keluar yang positif ya otomatis harus isolasi mandiri. Tapi kalau misalnya ternyata kita punya gejala itu tapi hasilnya negatif ya, balik lagi, ini penyakit si COVID ini lagi di mana-mana dan orang yang kena disekitar kita lagi banyak banget. Jadi otomatis kita harus meng-karantina dulu," ucapnya

"Kemudian kita harus melakukan pemeriksaan lagi, swab lagi, yakni pada hari ke-5. Karena biasanya kalau COVID ya, kan ada masa inkubasi, jadi biasanya virus itu semakin mudah terdeteksi kalau jumlahnya semakin banyak di dalam tubuh. Jadi kalau udah hari ke-5, jumlah virusnya makin banyak artinya dia jauh lebih menular kepada orang lain, artinya kita harus melakukan pemeriksaan ulang. Kalau negatif, tidak perlu lagi isolasi mandiri," sambungnya lagi.

Nah, jadi pertanyaan kapan harus tes COVID-19 sudah terjawab ya guys. Apabila mengalami gejala seperti flu biasa hingga sakit tenggorokan, dianjurkan segera melakukan tes COVID-19 sebagai antisipasi mendeteksi dini virus Corona ini.

Saksikan juga: Perut Para Pejabat Jawa Timur 'dikocok' Cak Lontong di Launching detikJatim

[Gambas:Video 20detik]



(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT