Selasa, 15 Feb 2022 17:00 WIB

Red Flags Orang di Dating Apps yang Lebih Baik Kamu Swipe Left

20detik - detikHealth
Menemukan pasangan lewat aplikasi Foto: Istock
Jakarta -

Jakarta - Menemukan tambatan hati lewat aplikasi kencan online semakin menjadi opsi yang populer. Namun, pengguna harus tetap waspada dan cermat dalam menggunakannya. Impian menemukan jodoh bisa pupus begitu saja jika yang ditemui malah penipu yang pandai memanfaatkan kesempatan dengan aplikasi kencan.

Memang tak mudah untuk mengidentifikasi ciri-ciri yang patut diwaspadai dari profil seseorang di aplikasi kencan. Namun, hal ini bisa dilihat dari cara orang berkomunikasi di aplikasi tersebut.

Menurut Dating Enthusiast dan Founder Podcast 'I Think I Wanna Date You' @wannadateyou_podcast, Idha Umamah, jika tidak ada biografi yang tercantum di profil seseorang, lebih baik swipe left alias tak perlu dilanjutkan. Selain itu, cara lain adalah dengan melihat gaya komunikasi saat sudah mulai berkirim pesan di aplikasi kencan.

"Kalau misalnya kita udah nulis intensi kita di dating apps apa, misalnya looking for serious relationship, tiba-tiba ada yang ngajakin ONS (One Night Stands, red), FWB (Friends with Benefits, red), or hook up something gitu ya itu juga patut kita curigai atau ya kita unmatch aja," jelas Idha.

Jika seseorang justru nampak terlalu baik di awal, hal ini menurut Idha juga perlu diwaspadai. Ternyata, kebaikan tersebut bisa jadi sebuah red flag, atau tanda bahwa orang tersebut membahayakan.

"Pokoknya jangan sampai ada yang terlalu too good to be true gitu ya untuk awal-awal baru kenal tapi sweet banget, atau mungkin udah nanya identitas pribadi, nanya alamat rumah di mana, mau ngirimin barang-barang."

"Karena itu terjadi ke beberapa temanku juga di podcast 'I Think I Wanna Date You', tiba-tiba dikirimin barang dari luar negeri tapi tagihannya atas nama dia. Jadi, ya itu juga salah satu scamming yang cukup smooth gitu kan, gitu," tutur Idha.

Hal senada juga dijelaskan Psikolog Klinis dan CEO Welas Asih Healing & Development Center @welasasihid, Bianglala Andriadewi, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Jika seseorang sudah mengumbar janji manis di awal perkenalan, itu biasanya adalah strategi untuk memanipulasi hubungan demi keuntungannya semata.

"Yang pertama udah janji macam-macam, yang biasanya udah terlalu jauh nih janjiinnya. Baru ketemu atau baru kenalan sebulan dua bulan tapi udah janjiin nikah, baru dua hari udah janji mau ketemuin orang tua," tutur Bianglala.

Namun ada juga orang yang sudah meminta bermacam-macam saat baru kenal. Hal ini, menurut Bianglala, juga perlu diperhatikan.

"Namun yang juga menarik adalah ketika memang belum ketemu, misalnya masih chatting-an, mungkin minta sesuatu. Udah mau minjem uang, mungkin kuota internet sampai lama-lama tuh jadi besar-besar. Dan biasanya cara mereka adalah mereka membuat si korban ini merasa bersalah ketika nggak ngasih," terangnya.

Jika sudah menemui hal-hal yang tak membuat diri nyaman di dalam suatu hubungan, maka itu perlu dikomunikasikan. Hal ini tak menutup hanya untuk hubungan dari aplikasi kencan saja, tapi berlaku untuk semua jenis hubungan. Berkonsultasi dengan teman atau pihak ketiga lainnya juga dapat membantu dalam menjernihkan pikiran.

"Ketika ngerasa nggak nyaman, nggak happy, jangan pernah ragukan perasaanmu dulu. Yakini bahwa perasaanmu itu valid dan sampaikan gitu ke orang yang kamu percaya, bukan pasanganmu ya. Atau kalau memang sama pasanganmu kamu boleh untuk berkomunikasi dulu gitu kan."

"Sampaikan ketidaknyamananmu gitu, kalau dia oke kita akan work on it, kita akan melakukan sesuatu atau kita akan memperbaiki ini dan bisa, syukurlah. Berarti memang dia melakukan ini tanpa sengaja, tapi kalau udah disampaikan, udah komunikasi masih gitu terus, coba sampaikan ke orang yang kamu percaya," kata Bianglala.



Simak Video "Hati-hati Cari Hati di Dating Apps"
[Gambas:Video 20detik]
(mjt/mjt)