Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach pada Selasa (15/2/2022) mengatakan Jerman dapat mulai melonggarkan kebijakan pembatasan COVID-19. Hal ini lantaran gelombang infeksi varian Omicron semakin mereda.
"Puncak Omicron sudah berlalu," katanya kepada surat kabar Bild, dikutip dari Reuters, Rabu (16/2/2022).
Menkes Lauterbach juga mengatakan dirinya mendukung 'relaksasi moderat' pembatasan COVID-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Selasa (15/2/2022), otoritas kesehatan Jerman melaporkan 159.217 kasus harian COVID-19, turun 6 persen dari periode yang sama pekan lalu. Tingkat infeksi selama tujuh hari juga turun dari 1.460 kasus menjadi 1.437 kasus per 100.000 orang.
Kanselir Jerman Olaf Scholz dan para kepala negara bagian lain akan menggelar rapat pada Rabu (16/2/2022) untuk membahas pelonggaran aturan COVID-19. Aturan termasuk pencabutan syarat masuk toko non-esensial dengan menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil negatif tes COVID.
Tak hanya itu, pertemuan pribadi dalam ruangan juga akan dilonggarkan menjadi 20 orang jika semua telah divaksin. Dalam pelonggaran fase kedua yang rencananya akan dimulai pada 4 Maret, klub malam dapat kembali dibuka dan orang yang tidak divaksin akan diizinkan masuk ke restoran.
(any/up)











































