Kamis, 17 Feb 2022 10:15 WIB

Akhirnya! Jahe Merah Diteliti untuk COVID-19

Nada Zeitalini Arani - detikHealth
Bintang Toedjoe Foto: Bintang Toedjoe
Jakarta -

Kasus COVID-19 kembali merebak di Indonesia dengan jumlah kasus terkonfirmasi adalah sebesar 4.901.328 per 15 Februari 2022 yang dilansir dari situs resmi COVID-19, Rabu (16/2). Penyebaran dari varian Omicron ini pun jauh lebih cepat dan jauh lebih mudah daripada varian sebelumnya. Meskipun secara gejala masih dikatakan ringan namun kita harus tetap waspada.

Sejak awal virus Corona muncul di Indonesia, banyak masyarakat yang memanfaatkan obat herbal untuk menjaga daya tahan tubuh. Herbal asli Indonesia pun ramai dibicarakan, di antaranya jahe merah, sambiloto, dan empon-empon lainnya. Jahe merah disinyalir dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Melihat hal itu, PT Bintang Toedjoe dengan brand Bejo Jahe Merah berinisiatif untuk melakukan penelitian terhadap pasien COVID-19. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat efektivitas penggunaan Bejo Jahe Merah sebagai terapi pendamping bagi pasien yang terinfeksi COVID-19 dengan gejala ringan.

"Sudah 10 tahun Bejo Jahe Merah turut serta menjaga kesehatan masyarakat Indonesia. Harapannya dengan uji klinik ini, Bejo Jahe Merah dapat berkontribusi lebih lagi dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia bahkan di dunia internasional," ujar Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, Fanny Kurniati dalam keterangan tertulis, Rabu (16/2/2022).

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Fanny, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. juga mendukung jalannya penelitian.

"BRIN sangat mengapresiasi Bejo Jahe Merah atas inisiatif uji klinik ini. BRIN tentunya mendukung penuh uji klinik ini. Harapan kita bersama, Bejo Jahe Merah menjadi andalan masyarakat Indonesia ke depannya," tambah Dr. Handoko.

Bintang ToedjoeFoto: Bintang Toedjoe

"Penelitian akan dilakukan pada pasien COVID-19 dengan gejala ringan mulai tanggal 18 Februari 2022 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Tentunya rencana penelitian sudah dimatangkan sesuai dengan aturan yang benar dan mendapatkan ethical clearance. Semoga penelitian dapat berjalan lancar. Mohon dukungan dan doa dari masyarakat," imbuh Principal Investigator RSDC Wisma Atlet Kemayoran, dr. Erlang Samoedro, Sp.P.

Dengan uji klinik ini, harapannya jahe merah sebagai herbal asli Indonesia dapat memberikan efek positif bagi kesembuhan pasien COVID-19. Dengan demikian jahe merah dapat menjadi herbal pilihan keluarga Indonesia dan menjadi kebanggaan Indonesia di mata mancanegara. Mari dukung dan doakan agar penelitian ini dapat berjalan lancar!

Jahe merah atau Zingiber officinale varian Rubrum merupakan salah satu jenis tanaman rimpang jahe berwarna merah dengan ukuran yang lebih kecil dari jahe putih. Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi dari jenis jahe lainnya dan sering dipakai sebagai bahan utama untuk pembuatan jamu. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan kandungan dari jahe merah bermanfaat sebagai anti radang, anti bakteri, dan anti nyeri.

(ega/ega)