ADVERTISEMENT

Kamis, 17 Feb 2022 10:01 WIB

3 Provinsi RI Berada di Level 4 Risiko Tinggi COVID-19 WHO, Mana Saja?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Bloomberg perbarui penilaian ketahanan negara terbaik-terburuk dalam respons pandemi Corona. Hasilnya, Indonesia ada di urutan ke 52, nomor dua terbawah sedunia Tiga provinsi RI yang berada di level 4 risiko tinggi COVID-19 WHO. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menyoroti peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia usai Omicron merebak. Pasalnya, di periode 7 hingga 13 Februari, seluruh provinsi mencatat peningkatan jumlah kasus dibandingkan pekan lalu.

Ada 30 provinsi yang mencatat kenaikan kasus lebih dari 100 persen, bahkan dua provinsi melaporkan kenaikan drastis melampaui 50 persen. Adalah Gorontalo dengan kenaikan kasus 635 persen dan Kalimantan Utara 505 persen.

Tiga provinsi berisiko tinggi COVID-19

"Tiga provinsi berada pada tingkat penularan komunitas atau masyarakat level 4, artinya berisiko sangat tinggi, selama pantauan 7 hingga 13 Februari 2022," terang WHO dalam laporan terbarunya per Rabu (16/2/2022).

"Insiden kasus mingguan per 100.000 populasi adalah 641,2 di DKI Jakarta, 204,3 di Bali dan 188,3 di Banten," sambung mereka.

Merujuk pedoman WHO, hal tersebut menandakan risiko transmisi tiga provinsi ini amat tinggi. Pemerintah setempat perlu meningkatkan deteksi kasus demi menekan penularan semakin menyebar.

Dalam beberapa minggu mendatang, lonjakan kasus yang signifikan dapat diperkirakan terjadi di provinsi lain. Karena itu, tindakan pencegahan harus diperkuat," pesan WHO.

Angka positivity rate

Angka positivity rate juga melambung tinggi menjadi 16,5 persen dalam pantauan 7 hingga 13 Februari 2022. Padahal, batas aman WHO berada di 5 persen, yang menunjukkan penularan COVID-19 di masyarakat begitu luas.

"Positivity rate nasional telah meningkat menjadi 16,5 persen selama minggu ke 7 hingga 13 Februari 2022. Proporsi ini hanya dapat ditafsirkan secara andal dengan komprehensif pengawasan dan pengujian dalam urutan setidaknya satu orang diuji per 1.000 populasi per minggu," jelas WHO.

Simak juga 'Berikut Sebaran Kasus Covid-19 RI Per 16 Februari':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT