ADVERTISEMENT

Jumat, 18 Feb 2022 19:11 WIB

Merangkak Naik, BOR RS COVID-19 RI Mencapai 37 Persen

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sejumlah pasien menunggu hasil pemeriksaan COVID-19 di IGD RSUD Depok, Jawa Barat, Jumat (4/2/2022). Peningkatan kasus COVID-19 memberikan dampak terhadap jumlah keterisian tempat tidur di rumah sakit (Bed Occupancy Rate) maupun ICU di RSUD Depok yang mencapai lima kali lipat dari bulan lalu sehingga dilakukan penambahan ruangan dan tempat tidur untuk antisipasi lonjakan kasus positif COVID-19. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom. Ilustrasi rumah sakit. (Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Jakarta -

Per Jumat (18/2/2022) Indonesia mencatat 59.635 kasus baru COVID-19, dengan 32.904 pasien yang sembuh, dan 216 pasien meninggal dunia. Kini total kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia menjadi 5.089.637.

Seiring itu, Kementerian Kesehatan melaporkan keterisian rumah sakit (BOR) hingga pukul 12.00 sebanyak 37 persen, dengan total tempat tidur terpakai sebanyak 35.381 dan tempat tidur tersedia sebanyak 94.691.

Berikut rinciannya:

  • Tempat tidur ICU: terisi 28 persen, terpakai 2.428 dan tersedia 8.667
  • Tempat tidur isolasi: terisi 38 persen, terpakai 32.953 dan tersedia 86.024

Sebelumnya, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan meskipun jumlah kasus meningkat, keterisian tempat tidur untuk pasien COVID-19 masih memadai. Ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan saat gelombang Delta lalu.

"Kita sudah melihat bahwa ketersediaan tempat tidur dengan jumlah pasien yang diisolasi saat ini masih cukup rendah. Kita ketahui pada saat varian Delta kita memiliki 140 ribu kapasitas tempat perawatan, sementara saat ini yang kita sediakan baru sekitar 90 ribu," kata dr Nadia yang dikutip dari laman Sehat Negeriku, Jumat (18/2/2022).

Meski masih rendah, dr Nadia meminta agar masyarakat tetap waspada. Sebab, masih ada kemungkinan adanya potensi peningkatan kasus di 3-4 minggu ke depan.

"Oleh karena itu kita tetap menjalankan protokol kesehatan, deteksi dini, dan segera vaksinasi," pungkasnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT