Senin, 21 Feb 2022 13:04 WIB

Social Experiment: Orang Terdekat yang Paling Tahu Kesehatan Kita?

Atta Kharisma - detikHealth
CXO Media Foto: CXO Media
Jakarta -

Kehidupan di kota metropolitan yang pertumbuhannya cepat dan dinamis seperti Jakarta menuntut masyarakat untuk mampu beradaptasi. Jika kita melihat gaya hidup anak mudanya, banyak dari mereka yang habis-habisan bekerja demi mengejar mimpi dan memenuhi baik kebutuhan maupun keinginannya.

Tanpa disadari, rutinitas tersebut menimbulkan banyak dampak terhadap kesehatan tubuhnya. Kurangnya waktu istirahat, kebiasaan mengonsumsi makanan instan dan manis secara berlebihan, minum kopi setiap hari, kurang berolahraga, hingga beban pekerjaan yang terlalu besar menjadi faktor yang menyebabkan datangnya berbagai penyakit yang tidak terduga.

Untuk mengetahui seberapa sadar generasi muda ibu kota terhadap kesehatan dirinya, Perspektif mengadakan eksperimen terhadap 5 orang responden. Mereka adalah Frenda (23), Regina (23), Meizy (29), Azizah (26), dan Ilham (25).

Saat ditanyakan tentang skor kesehatan, banyak dari mereka memberikan angka yang relatif rendah.

"30 maybe?" ungkap Regina dalam tayangan Perspektif EP 76 di laman Youtube CXO Media.

Mereka mengakui tuntutan pekerjaan yang besar membuat mereka mengadopsi gaya hidup yang tidak sehat.

"Sehari aja bisa duduk 8 jam lebih. Gue sendiri nggak bisa lepas dari kopi. Gue juga mengurangi gula sih kalau bisa," tutur Azizah yang bekerja sebagai penulis naskah.

Gangguan kesehatan merupakan masalah yang lumrah dialami oleh para anak muda di kota besar. Data dari Harmony Healthcare IT Survey menunjukkan 70% anak muda di dunia memilih untuk mencari saran kesehatannya sendiri lewat Google dibandingkan pergi langsung ke dokter. Sementara, 41% lebih memilih berkonsultasi dengan dokter secara virtual.

Tidak semua orang mengetahui secara pasti kondisi kesehatan tubuhnya. Bahkan, terkadang orang terdekat lah yang lebih mengetahui kondisi kesehatan kita dibandingkan diri sendiri.

Untuk membuktikan hal tersebut, Perspektif juga melakukan eksperimen terhadap tiga orang partisipan, yaitu Meike (60), Elnatan (26), dan Edo (26). Saat ditanya skor kesehatan, Elnatan dan Edo cukup pesimis dengan skor kesehatan mereka.

"60% kayaknya. Oke...kalau 40% itu paling besar karena kurangnya gue istirahat," kata Edo.

Perspektif pun mendatangkan orang terdekat dari ketiga partisipan tersebut. Mereka adalah Eki (25), putra dari Meike, kekasih Elnatan, Vio (23), dan adik Edo, Earlene (21). Ketiganya diminta untuk menuliskan skor kesehatan orang terdekatnya berdasarkan faktor-faktor seperti pola makan, gaya hidup, frekuensi berolahraga, kesehatan mental, dan pola tidur.

"Pertama ada pola makan. Ini kenapa aku kasih 60 karena dia (Elnatan) tiap hari kerjanya makan mi instan mulu," ungkap Vio tentang pola makan pacarnya, Elnatan.

Sedangkan, Earlene memberikan skor yang rendah terhadap pola tidur Edo.

"Ini aku kasih paling kecil 50. Tidurnya itu kurang kan, karena pagi udah langsung kerja lagi," kata Earlene soal pola tidur kakaknya.

Elnatan dan Edo pun tidak menampik jawaban dari orang terkasih mereka. Sambil mengiyakan, mereka pun mengakui memiliki pola hidup yang tidak baik untuk kesehatan.

"Bener sih yang dikatakan adik gue. Olahraga gue itu katakan sering lah, karena gue masih aktif sebagai atlet basket. Cuman, sebenarnya di dunia olahraga itu kuncinya lu harus istirahat cukup. Nah, gue tu paksain olahraga tapi istirahat gue nggak cukup. Itu sebenarnya impact nya juga nggak bagus untuk kesehatan," jelas Edo.

Di akhir eksperimen, ketiganya juga menyampaikan pesan serta alasan mengapa mereka ingin orang terdekatnya selalu sehat.

"Intinya sehat-sehat, umur panjang. Biar bisa lihat Eki ntar kalau udah punya anak, punya cucu baru lagi. Yang mama udah harapkan dari Eki, Eki bisa kabulin," ucap Eki kepada mamanya, Meike.

Tidak ada yang bisa menjamin kondisi kesehatan di masa yang akan datang. Karenanya, seluruh partisipan pada eksperimen ini sepakat bahwa asuransi itu penting untuk melindungi kesehatan.

"Dengan mobilitas kerja gue yang cukup banyak, yang cukup tinggi, kayaknya asuransi itu salah satu part paling penting sih untuk diri kita sendiri. Jadi buat teman-teman, ya kalau memang udah cukup dan bisa join asuransi, kenapa nggak," pungkas Edo.

(ads/ads)