12 Gejala Omicron pada Balita yang Perlu Diwaspadai

ADVERTISEMENT

12 Gejala Omicron pada Balita yang Perlu Diwaspadai

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Senin, 21 Feb 2022 13:25 WIB
Naiknya kasus COVID-19 akhir-akhir ini berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah tes swab antigen maupun PCR. Masyarakat ramai-ramai untuk dites swab.
Gejala omicron pada balita (Foto: Amdhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Sama seperti varian COVID-19 lainnya, Omicron tidak hanya menyerang orang dewasa, lansia (lanjut usia), dan pengidap komorbid, tetapi juga bisa menyerang anak-anak, termasuk balita (anak bawah lima tahun). Lantas, seperti apa gejala Omicron pada balita?

Sebagaimana diketahui, penularan COVID-19 pada anak-anak, termasuk balita bisa disebabkan dari orang tua di rumah. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI).

"Secara absolut memang terjadi peningkatan karena kasus jumlahnya meningkat. Kita melihat juga anak banyak terpapar dikarenakan penularan terjadi di keluarga," ujar juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual terkait Perkembangan COVID-19 di Indonesia, Rabu (16/2/2022).

"Banyak kasus positif dari orangtua kemudian karena tidak bergejala, seringkali gejalanya sangat ringan seperti flu biasa sehingga tidak dirasakan sebagai gejala COVID," imbuhnya.

Gejala Omicron pada Balita

Adapun gejala Omicron pada balita dan anak-anak hampir mirip dengan orang dewasa, seperti:

  1. Demam atau meriang
  2. Batuk
  3. Hidung tersumbat atau pilek
  4. Kehilangan indra penciuman
  5. Sakit tenggorokan
  6. Sesak napas atau kesulitan bernapas
  7. Diare
  8. Mual atau muntah
  9. Sakit perut
  10. Kelelahan dan nyeri otot
  11. Sakit kepala
  12. Hilangnya nafsu makan, terutama pada bayi berusia di bawah satu tahun

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), juga mengungkapkan bahwa gejala Omicron pada balita umumnya lebih menyerang saluran pernapasan atas.

"Sebagian besar itu gejalanya pada saluran pernapasan atas ya. Batuk-pilek, anget (demam), nyeri tenggorokan, hare'eng gitu ya kayak flu biasa ya. Sangat sedikit yang kemudian ke paru-paru bawah. Jadi, kalau sekarang ini ketemu anak dengan batuk, pilek, dan anget, ya hati-hati aja. Ini kemungkinan sudah tertular varian ini, " kata dr Piprim, dalam webinar konferensi pers dan launching buku Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 4, Rabu (9/2/2022),

Apakah Gejala Omicron pada Balita Berbahaya?

Gejala Omicron pada balita juga bisa berbahaya apabila mengidap komorbid atau penyakit penyerta. Berikut sejumlah komorbid yang disebut bisa membuat infeksi COVID-19 semakin berisiko:

  • Asma atau penyakit paru kronis
  • Diabetes
  • Kondisi genetik, neurologis, atau metabolik
  • Penyakit sel sabit
  • Penyakit jantung sejak lahir
  • Gangguan sistem imun
  • Anak-anak dengan berbagai kondisi kronis yang mempengaruhi banyak bagian tubuh
  • Obesitas


Simak Video "Subvarian Omicron XBB Sudah Masuk Indonesia, Simak Gejalanya!"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT