Benarkah COVID-19 Bikin Kesuburan Nge-drop? Ternyata Begini Temuan Peneliti

ADVERTISEMENT

Benarkah COVID-19 Bikin Kesuburan Nge-drop? Ternyata Begini Temuan Peneliti

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 21 Feb 2022 19:17 WIB
man with big balls sitting on the black chair.
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Sejumlah peneliti meyakini infeksi COVID-19 dapat mengganggu fungsi reproduksi pria. Hal itu mengacu pada uji hewan yang baru-baru ini dilakukan oleh peneliti di Departemen Mikrobiologi Universitas Hong Kong.

Penelitian tersebut menunjukkan virus Corona dapat menyebabkan degenerasi jaringan testis pada hamster. Hamster yang terinfeksi virus Corona mengembangkan atrofi testis asimetris kronis hingga penurunan ukuran dan berat testis.

Pada hamster yang terinfeksi virus Corona ditemukan penurunan jumlah sperma, peradangan, perdarahan, dan nekrosis tubulus seminiferus penghasil sperma. Efek serupa ditemukan pada kasus infeksi varian Omicron dan varian Delta.

Peneliti meyakini, komplikasi imbas COVID-19 pada organ reproduksi ini bisa diminimalkan dengan vaksinasi COVID-19.

"Penting untuk mewaspadai kemungkinan hipogonadisme (dorongan seks rendah) dan subfertilitas," kata Ketua Penyakit Menular Profesor Kwok-yung Yuen yang memimpin penelitian, dikutip dari The Standard, Senin (21/2/2022).

"Vaksinasi COVID-19 dapat mencegah komplikasi ini," imbuhnya.

Sebelumnya, sebuah penelitian melaporkan adanya pasien COVID-19 yang mengalami nyeri pada testis. Sebuah studi otopsi pada jenazah pasien laki-laki yang meninggal karena COVID-19 menunjukkan peradangan dan kerusakan sel di testis. Walau memang, tidak semua spesimen air mani mengandung virus.

Temuan-temuan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait potensi virus menular lewat air mani, mengingat testis berpotensi menjadi 'tempat tinggal' virus Corona.

"Ini membuat orang bertanya-tanya apakah ini bisa memiliki dampak jangka panjang pada kesuburan pada pria dan wanita," ujar Wakil ketua Departemen Urologi di SUNY Downstate Health Sciences University, Dr Brian McNeil.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT