ADVERTISEMENT

Kamis, 24 Feb 2022 20:46 WIB

Tes PCR atau Antigen, Mana yang Lebih Akurat?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Total jumlah pasien yang terkonfirmasi positif akibat virus corona pada hari ini menjadi 4.667.554 orang. DKI Jakarta jadi penyumbang kasus terbanyak. Foto ilustrasi: Agung Pambudhy
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda Indonesia, pemerintah menerapkan berbagai aturan pembatasan COVID-19. Hal ini bertujuan menekan angka kematian dan penularan virus.

Salah satu aturan yang ditetapkan pemerintah yakni melakukan rapid test antigen atau test PCR (Polyester Chain Reaction), sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Tak hanya itu, kedua tes tersebut untuk mendeteksi sebuah virus.

Soal sensitivitas dan akurasi, apakah ada perbedaan di antara rapid tes antigen dan tes swab PCR?

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan kedua tes tersebut memang memiliki tujuan yang berbeda. Tes rapid antigen bertujuan untuk skrining dan mengetahui apakah seseorang terinfeksi COVID-19, sedangkan tes swab PCR bertujuan lebih spesifik.

"Rapid antigen bertujuan untuk skrining, mengetahui sakit tidaknya seseorang. Alat skrining antigen lebih menyasar kelompok masyarakat yang sehat... PCR lebih banyak digunakan untuk menentukan positif atau tidaknya seseorang setelah kontak erat (dengan pasien positif)," ungkap Prof Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (24/2/2022).

Lantas bagaimana soal akurasi tes rapid antigen dan tes swab PCR?

Jika dibandingkan, akurasi tes PCR tetap lebih baik daripada tes antigen. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tes PCR bisa disebut sebagai gold standar untuk menentukan seseorang positif COVID-19 atau tidak.

"(Rapid antigen) akurasi yang cenderung lebih rendah dibanding testing untuk peneguhan diagnosa. Sedangkan testing untuk peneguhan diagnosa seperti PCR, akurasinya lebih tinggi," tambah Prof Wiku.

Diketahui akurasi tes PCR bisa mencapai 95 persen, sedangkan untuk tes rapid antigen terdapat kemungkinan kurang efektif sebesar 10 hingga 15 persen.



Simak Video "Nasib Mereka yang Belum Vaksinasi Booster, Bolehkah Berpergian?"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT