ADVERTISEMENT

Jumat, 25 Feb 2022 08:30 WIB

Hidung Meler-Mampet, Haruskah Langsung Tes COVID-19? Ini Penjelasannya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Saran dokter paru perihal tes COVID-19 jika muncul gejala hidung meler dan mampet. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sekilas, gejala infeksi varian Omicron mirip dengan flu biasa. Misalnya, berupa batuk kering, hidung meler dan tersumbat, sakit kepala, kelelahan, disertai sakit kepala. Lantas jika mengalami batuk dan hidung mampet, perlukah buru-buru tes COVID-19?

Spesialis paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) menjelaskan, sebenarnya gejala Omicron bisa dibedakan dengan flu. Pasalnya, gejala Omicron relatif lebih bervariasi dari flu yang umumnya hanya berupa batuk dan hidung meler-mampet.

"Ada sebagian gejala Omicron ini mirip dengan flu sebagian tapi untuk Omicron gejalanya lebih bervariasi daripada flu. Kalau flu kan bersin-bersin dan hidung tersumbat," jelasnya dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Mengenal Pelbagai Kombinasi Vaksin COVID-19 dan Sejauh Mana Booster Diperlukan', Kamis (24/2/2022).

"Kalau Omicron ditambah nyeri tenggorok, batuk, sakit kepala, nyeri-nyeri otot, nggak enak badan, kadang mual muntah. Memang lebih ringan dari Delta, sebagian gejalanya mirip dengan flu," imbuhnya.

Hidung meler-mampet, harus buru-buru tes COVID-19?

Menurut dr Erlina, tes COVID-19 sebaiknya segera dilakukan jika sudah muncul satu atau dua dari sederet gejala tersebut. Tak hanya untuk pengobatan tepat jika terdeteksi positif COVID-19, melainkan juga agar protokol kesehatan bisa diterapkan untuk mencegah penularan.

"Kalau ada merasakan satu atau dua saja Anda harus segera memeriksakan diri. Kenapa? Jangan menganggap 'ini adalah hanya flu biasa, jadi saya tidak perlu periksa', bukan begitu. Sebaiknya kalau ada gejala tetap memeriksakan diri untuk mengetahui apakah ini COVID atau bukan," tegasnya.

"Masyarakat kita kalau tidak terkonfirmasi positif mereka menganggap flu padahal itu bahaya. Kalau COVID kan biasanya nggak melaksanakan protokol kesehatan. Tapi kalau COVID ka biasanya langsung protokol kesehatannya ketat. Kalau perlu isoman dan lain-lain," pungkas dr Erlina.



Simak Video "Terbaru! Ada Rapid Test Pendeteksi Covid-19 dan Flu Sekaligus"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT