ADVERTISEMENT

Sabtu, 26 Feb 2022 09:06 WIB

Tak Bergejala Usai Ketemu Pasien Positif, Haruskah Tes COVID-19?

Firdaus Anwar - detikHealth
Sebanyak 17 murid SMAN 2 Bantul, DIY, terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak sekolah pun menggelar swab massal kepada guru dan siswa. Foto ilustrasi: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko
Jakarta -

Tidak semua orang yang positif terinfeksi COVID-19 menunjukkan gejala, terutama pada kasus varian Omicron. Lalu, apakah semua orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien positif harus melakukan tes antigen atau PCR?

Juru bicara program vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mendorong masyarakat agar tidak ragu melakukan tes bila memang mengetahui melakukan kontak erat dengan pasien positif. Definisi kontak erat sendiri adalah bertatap muka atau berdekatan dengan jarak kurang dari satu meter selama lebih dari 15 menit.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak takut melakukan testing apalagi yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien COVID-19. Tidak perlu takut untuk karantina atau isolasi mandiri (isoman) karena Kemenkes menyediakan layanan telemedisin maupun konsultasi dengan nakes di Puskesmas untuk memantau perkembangan kesehatan masyarakat," kata dr Nadia seperti dikutip dari laman Sehat Negeriku, Sabtu (26/2/2022).

Apabila memang tidak bergejala atau hasil tes negatif, orang yang melakukan kontak erat tetap disarankan melakukan karantina selama lima. Alasannya untuk meminimalisir risiko kemungkinan seseorang sebenarnya sudah tertular, namun masih dalam masa inkubasi.

"Kalaupun hasilnya negatif, kita harus karantina karena kita tahu ada masa inkubasi dari virus ini yang mungkin pada waktu kita tes itu belum positif. Jadi kita karantina selama 5 hari dan di hari ke 5 kita melakukan tes kembali," ucap dr Nadia.

Simak juga 'Puncak Omicron Diprediksi Segera Terjadi, Kemenkes Kebut Vaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT