ADVERTISEMENT

Sabtu, 26 Feb 2022 16:02 WIB

Jangan Sepelekan, Nyeri Punggung Bisa Jadi Tanda Infeksi Omicron

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern Nyeri punggung salah satu gejala COVID-19 varian Omicron. Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Selain pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan demam, salah satu gejala Omicron yang wajib diwaspadai adalah munculnya rasa nyeri yang tidak biasa pada sendi dan punggung.

Dikutip dari Huffington Post, menurut spesialis nyeri dan tulang belakang, penyebab paling mungkin dari nyeri punggung adalah peradangan yang datang saat terinfeksi virus.

Meskipun terlalu dini untuk mengetahui dengan pasti, beberapa ahli menduga ada sesuatu yang unik pada Omicron dan pengaruhnya terhadap sistem muskuloskeletal (tulang, sendi, dan otot).

Data dari gelombang Omicron Afrika Selatan, mengkonfirmasi bahwa keluhan mialgia dan nyeri punggung meningkat pada pasien Omicron. Laporan serupa dari India dan Norwegia menyebut bahwa banyak orang yang terinfeksi Omicron mengalami sakit punggung dan nyeri otot yang cukup parah.

Selain itu, data dari aplikasi ZOE Covid Symptoms Study juga menunjukkan bahwa nyeri otot yang tidak biasa bisa menjadi salah satu gejala COVID-19. Rasa nyeri yang terjadi bisa muncul bersamaan dengan rasa lelah di tubuh.

"Nyeri otot terkait COVID-19 dapat berkisar dari ringan hingga sangat berat, terutama ketika terjadi bersamaan dengan kelelahan. Bagi sebagian orang, nyeri otot ini mengganggu aktivitas sehari-hari," kata para ilmuwan ZOE.

Para ilmuwan ZOE mengungkapkan nyeri otot dan sendi yang tidak biasa ini bisa menjadi gejala awal dari COVID-19, yang sering muncul di awal setelah terinfeksi.

"Biasanya, itu berlangsung selama rata-rata dua hingga tiga hari. Tetapi, bisa berlangsung lebih lama untuk hilang seiring bertambahnya usia," tambahnya.

  • Pada usia anak-anak, gejala ini bisa bertahan hingga empat hari
  • Pada usia 16-35 tahun, gejala ini bisa bertahan selama lima hari
  • Pada usia 35-65 tahun, gejala ini bisa bertahan hingga tujuh hari
  • Pada usia di atas 65 tahun, gejala ini bisa bertahan hingga delapan hari


Simak Video "Dokter Paru Jelaskan Alasan 89% Gejala Omicron Batuk Kering"
[Gambas:Video 20detik]
(Atilah Tia Abelta/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT