ADVERTISEMENT

Minggu, 27 Feb 2022 11:05 WIB

13 Gejala COVID-19 Pasien DKI Sejak Omicron Merebak, yang Khas Bukan Anosmia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
PT Kereta Commuter Indonesia gelar rapid test antigen untuk skrining COVID-19 bagi calon penumpang KRL. Stasiun Manggarai, Jaksel, jadi salah satu lokasi tes antigen. Gejal Omicron. (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama menyebut kondisi klinis pasien COVID-19 sejak Omicron merebak lebih banyak didominasi tanpa gejala. Data DKI Jakarta hingga 24 Februari 2022 menunjukkan hanya 43,91 persen kasus COVID-19 bergejala, sisanya asimptomatik.

Mengutip data RS Online yang dihimpun per 25 Februari 2022, Ngabila menjelaskan tren serupa terjadi di rawat inap COVID-19. Namun, ada enam persen gejala COVID-19 berat dan 39 persen gejala COVID-19 sedang dari total 4.383 pasien rawat inap di 124 RS.

Kondisi klinis pasien COVID-19 Omicron disebutnya amat berbeda dari infeksi varian Delta. Kini, jarang ditemukan gejala COVID-19 gangguan penciuman dan perasa atau anosmia.

"Lalu sekarang gejalanya lebih banyak batuk pilek demam, sakit tenggorokan, tenggorokannya gatel gitu, khas banget Omicron, jadi hidungnya berair," terang dia dalam webinar daring Senin (27/2/2022).

"Sekarang sudah nggak ada lagi tuh anosmia, nggak bisa nyium bau, anosmia itu bukan menjadi gejala dominan," sambungnya.

Berikut gejala COVID-19 yang dikeluhkan sejak Omicron teridentifikasi.

  • Batuk: 26,62 persen
  • Pilek: 19,20 persen
  • Demam: 14,96 persen
  • Nyeri tenggorokan: 13,43 persen
  • Sakit kepala: 7,99 persen
  • Nyeri otot: 4,04 persen
  • Malaise: 3,69 persen
  • Menggigil: 2,64 persen
  • Mual dan muntah: 2,42 persen
  • Sesak: 1,68 persen
  • Diare: 1,00 persen
  • Anosmia: 0,90 persen
  • Nyeri abdomen: 0,83 persen


Simak Video "Perbedaan Mencolok Gejala Awal Covid-19 dan Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT