Senin, 28 Feb 2022 09:03 WIB

Jadi yang Pertama, Kanada Izinkan Vaksin COVID-19 'Vegan'

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Doctors wearing PPE uniforms white gloves are inoculating the arm muscles to prevent COVID 19. Kanada izinkan vaksin COVID-19 berbahan tanaman (Foto: Getty Images/iStockphoto/Worayuth Kamonsuwan)
Jakarta -

Pada pertengahan Desember lalu, para peneliti asal Kanada telah rampung menyelesaikan uji klinis vaksin COVID-19 berbasis tanaman. Vaksin 'vegan' Noviefenz ini diklaim 71 efektif mencegah virus Corona dan 100 persen efektif mencegah penyakit parah atau kematian.

Kemudian pada Kamis (24/2/2022), pemerintah Kanada menyetujui penggunaan vaksin Covifenz untuk program vaksinasi COVID-19. Vaksin nabati ini dikembangkan oleh Medicago Inc, sebuah perusahaan biofarmasi yang dimiliki Mitsubishi Chemical dan Philip Morris di Quebec City.

Dikutip dari Times of India, Senin (28/2/2022), Covifenz sudah diperbolehkan digunakan oleh masyarakat berusia 18 hingga 64 tahun.

Cara Kerja Vaksin COVID-19 Tanaman Covifenz

Tidak seperti vaksin mRNA, vaksin dengan vektor virus, atau virus inaktif, vaksin berasal dari tanaman ini menggunakan teknologi yang benar-benar berbeda.

"Covifenz terbuat dari partikel seperti virus berbasis tanaman (VLP) dari spike protein SARS-CoV-2 (strain asli). Vaksin ini menggunakan adjuvant AS03 Glaxo yang mengandung DL-alpha-tocopherol,squalene, polysorbate 80, phosphate, buffered saline. Kemudian bahan lain kalium fosfat monobasa anhidrat, natrium klorida anhidrat, natrium fosfat dibasa anhidrat, dan air untuk injeksi," tulis situs resmi Covifenz.

Sederhananya, vaksin ini menggunakan protein berbasis tanaman untuk memproduksi partikel yang mirip dengan target patogen virus.

Dosis Vaksin COVID-19 Covifenz

Berdasarkan keterangan Health Canda, Covifenz terbagi menjadi dua dosis. Setiap dosis mengandung 3,75 mikrogram spike protein (S) SARS-CoV-2 dan 0,25 milliliter adjuvant AS03.

Selain itu, vaksinasi harus diberikan dengan interval waktu 21 hari.

Efek Samping Vaksin COVID Covifenz

Jika memilih menggunakan vaksin Covifenz, ada kemungkinan beberapa efek yang dirasakan. Seperti:

  • Kulit kemerahan
  • Nyeri
  • Bengkak di tempat suntikan
  • Menggigil
  • Lelah
  • Nyeri sendi
  • Sakit kepala
  • Demam ringan
  • Nyeri otot
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri tenggorokan
  • Batuk
  • Mual
  • Diare

Menurut hasil penelitian, efek samping akan bertahan kurang lebih beberapa jam hingga beberapa hari. Sedangkan reaksi alergi parah atau anafilaksis jarang terjadi setelah vaksin.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)