Selasa, 01 Mar 2022 15:05 WIB

WHO Sorot Penanganan Penyakit di Ukraina Imbas Invasi Rusia, COVID Apa Kabar?

Vidya Pinandhita - detikHealth
People wait to board an evacuation train from Kyiv to Lviv at Kyiv central train station, Ukraine, February 25, 2022. REUTERS/Umit Bektas WHO menyorot penanganan penyakit di Ukraina imbas invasi Rusia. Foto: REUTERS/UMIT BEKTAS
Jakarta -

Pakar kesehatan menyebut Ukraina kehabisan pasokan medis kritis sejak Rusia menginvasi. Kekhawatiran akan krisis kesehatan masyarakat semakin besar lantaran warga harus meninggalkan rumah, sementara layanan kesehatan terganggu di tengah pandemi COVID-19.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tarik Jasarevic, menyebut imunisasi rutin dan upaya pengendalian wabah polio telah ditangguhkan di Ukraina akibat pertempuran yang kini berlangsung. WHO juga menerima laporan bahwa program vaksinasi COVID-19 kini harus ditunda di banyak bagian Ukraina.

Mengingat, pada Oktober lalu, Ukraina melaporkan kasus pertama Polio di Eropa dalam lima tahun terakhir. Kasus tersebut dialami oleh balita berusia 17 bulan yang lumpuh. Kasus lain ditemukan pada Januari, juga menyebabkan kelumpuhan pada pasien.

Kampanye imunisasi polio nasional ditargetkan menjangkau 100 ribu anak di Ukraina dan direncanakan mulai pada 1 Februari. Akan tetapi, rencana ini dihentikan sejak pertempuran dimulai. Pasalnya, otoritas kesehatan dialihkan ke perawatan darurat.

Selain itu menurut Jasarevic, keamanan stok vaksin di Ukraina kini terganggu akibat kurangnya listrik di sejumlah wilayah.

"WHO sedang bekerja untuk segera mengembangkan rencana darurat untuk mendukung Ukraina dan mencegah penyebaran polio lebih lanjut yang disebabkan oleh konflik," kata Jasarevic, dikutip dari Reuters, Selasa (1/3/2022).

HIV ikut disorot

Di samping itu, program PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) menyebut sisa stok obat untuk pasien HIV di Ukraina hanya bisa mencukupi kebutuhan sebulan. Mengingat sebelum invasi Rusia dimulai pekan lalu, Ukraina memiliki 250 ribu orang yang hidup dengan HIV, jumlah terbesar kedua di Eropa setelah Rusia.

"Orang yang hidup dengan HIV di Ukraina hanya memiliki beberapa minggu terapi antiretroviral yang tersisa. Tanpa akses berkelanjutan, hidup mereka berisiko," kata Direktur Eksekutif UNAIDS Winnie Byanyima.

Apa kabar COVID-19 di Ukraina?

COVID-19 di Ukraina juga masih menjadi perhatian. Pasalnya hingga kini, baru lebih dari sepertiga penduduk Ukraina sudah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap. Kasus baru harian mencapai puncak pada Februari dengan total lebih dari 40 ribu kasus baru, kemudian sempat menurun sebelum pelaporan COVID-19 dihentikan akibat invasi Rusia.

Organisasi bantuan kemanusiaan 'Project HOPE' pada Senin (28/2) menyebut apotek di semua kota yang diserang melaporkan habisnya pasokan medis.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)