Rabu, 02 Mar 2022 10:34 WIB

Gejala COVID-19 yang Dirasakan saat Buang Air Kecil, Pernah Mengalaminya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi toilet Gejala COVID-19. (Foto ilustrasi: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Gejala COVID-19 yang muncul umumnya berupa demam, batuk, hingga adanya kelainan pada indra penciuman dan perasa. Tetapi, COVID-19 masih menjadi virus yang relatif baru dan masih banyak data terkait virus ini yang belum diketahui.

Hal ini membuat proses untuk mendiagnosis virus ini masih sulit karena gejala yang tidak jelas. Bahkan, penelitian terbaru menyoroti adanya komplikasi saluran kemih pada pria yang berkaitan dengan COVID-19.

Umumnya, infeksi saluran kemih (ISK) ditandai dengan perubahan frekuensi buang air kecil yang biasa terjadi pada wanita dan dapat diatasi dengan antibiotik. Gejala utama lainnya termasuk sensasi terbakar saat buang air kecil, urine yang keruh atau merah, hingga nyeri panggul.

Namun, sebuah studi baru melaporkan bahwa perubahan frekuensi buang air kecil menjadi gejala umum yang mempengaruhi pasien COVID-19 di rumah sakit.

"Kami telah memperhatikan bahwa beberapa pasien dengan COVID-19 menderita disuria dan gejala iritasi saluran kemih," kata penulis penelitian yang dikutip dari Express UK, Rabu (2/3/2022).

"Para peneliti menemukan ISK di saluran bawah meningkat secara signifikan secara statistik pada pasien (laki-laki) lanjut usia setelah infeksi COVID-19," lanjutnya.

Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa usai terinfeksi COVID-19 kandung kemih seseorang memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi. Namun, peningkatan risiko ini tidak terlihat pada pasien yang lebih muda.

Studi lainnya juga meneliti soal hubungan antara infeksi SARS-CoV-2 dan saluran kemih bagian bawah alat kelamin pria. Gejala yang paling umum terjadi adalah munculnya rasa ketidaknyamanan atau rasa sakit pada sistem genital pria.

Studi tersebut mengamati ketidaknyamanan skrotum pada delapan pasien, sebanyak 14 pasien mengalami pembengkakan alat kelamin, 16 pasien mengalami nyeri, dan eritema (munculnya bercak kemerahan pada kulit) pada satu pasien.

Selain itu, studi itu juga melaporkan bahwa pria dengan gejala COVID-19 sedang juga menunjukkan adanya penurunan konsentrasi sperma yang signifikan.

Namun, untuk memastikan hal tersebut disebabkan oleh COVID-19 harus disertai dengan pemeriksaan tes PCR. Sebab, kondisi ISK ini sebagian besar disebabkan oleh bakteri Escherichia coli yang secara alami ada di dalam tubuh.

Bakteri ini biasanya berasal dari usus dan masuk ke saluran kemih melalui uretra, yang paling umum diatasi dengan mengkonsumsi antibiotik. Terkait masa pemulihannya, biasanya terjadi dalam tiga hari.

Simak Video '2 Tahun Sudah Covid-19 Ada di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(sao/naf)