Diduga Penyebab Pesepeda Jatim Meninggal, Kenali Tanda Jantung Kolaps

ADVERTISEMENT

Diduga Penyebab Pesepeda Jatim Meninggal, Kenali Tanda Jantung Kolaps

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 03 Mar 2022 16:30 WIB
seorang pesepeda Tiba-tiba Ambruk-Meninggal di Tanggulangin Sidoarjo
Foto: Istimewa (Dok Polsek Tanggulangin)
Jakarta -

Pesepeda di Jawa Timur mendadak ambruk dan ditemukan meninggal dunia di Jalan Raya Tanggulangin, Desa Ketapang, sekitar tanggul Lumpur Sidoarjo, Kamis (3/3/2022). Pesepeda diidentifikasi merupakan warga Surabaya, Yosep (45) dan diduga mengalami serangan jantung, tetapi kepolisian masih terus mendalami kejadian tersebut.

"Kalau dugaan serangan jantung masih kita dalami," kata Kanit Reskrim Polsek Tanggulangin Iptu Musran, Kamis (3/3/2022).

Kasus kolaps saat bersepeda bisa disebabkan beberapa faktor. Satu hal yang kerap tak disadari adalah pesepeda terlalu memaksakan diri atau tidak sadar memiliki penyakit jantung.

Bagaimana ciri-ciri kolaps saat bersepeda?

Dokter spesialis jantung dari Siloam Hospital, dr Vito A Damay, SpJP(K), sempat menjelaskan ada sejumlah tanda jantung akan kolaps saat bersepeda, termasuk dada terasa sakit.

"Kalau kita merasa bahwa sudah sampai batas, atau something wrong, biasanya rasanya debar-debar, sakit dada, napas nggak bisa atau susah, ada pusing seperti mau pingsan, dan dadanya seperti dihimpit itu tanda-tanda serangan jantung," kata dr Vito, kala itu.

Saat pesepeda sudah tak sadarkan diri dan mengeluhkan beberapa tanda berikut, kemungkinan ia mengalami kolaps.

"Jadi kan misalnya dia tidak sadarkan diri, dia tidak akan respons saat dipanggil. Goncang bahunya, kalau dia tidak merespons, kita anggap dia kolaps karena masalah jantung," tutur dr Vito.

"Kalau kita medical professional, kita bisa raba nadi di leher. Kalau bukan, nggak usah (raba nadi) karena itu buang-buang waktu carinya. Jadi ketika dia nggak respons, kita anggap dia sudah alami henti jantung," sambungnya.

dr Vito menyarankan jika hal ini terjadi, tak perlu panik. Sebaiknya, segera memanggil bantuan medis agar mendapat penanganan yang tepat.

Saksikan juga: Tips & Insight Menjadi Influencer di Indonesia

[Gambas:Video 20detik]



(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT