Jumat, 04 Mar 2022 15:30 WIB

Awas! BPOM Sebut Ada Efek 'Cespleng' Instan dari Minuman Kopi Campur 'Viagra'

Vidya Pinandhita - detikHealth
Penny K Lukito Kepala BPOM Kepala BPOM RI Penny K Lukito. Foto: Rifkyanto Nugroho/detikHealth
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan temuan bahan obat pada produk obat herbal dan minuman kopi. Diketahui, produk tersebut sebelumnya beredar di Bogor dan Bandung dengan label palsu izin edar BPOM.

"Tidak hanya bahan tradisional obat tetapi ini juga pangan yang mengandung obat, bahan kopi yang mengandung bahan kimia obat yaitu sildenafil dan paracetamol," ujar Kepala BPOM RI, Penny K Lukito, dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/2/2022).

Ia menegaskan, masyarakat perlu memperhatikan kandungan bahan obat pada produk herbal, makanan atau minuman. Sebab meski asupan tersebut memberikan efek baik yang bisa terasa secara instan, jika digunakan terus-menerus, dapat memicu sederet penyakit seperti gangguan jantung, gangguan hati, gangguan alat reproduksi, hingga kanker.

"Mungkin terasa langsung efeknya, langsung instan rasanya. Misal ada nyeri langsung sembuh, ada capek langsung 'cespleng' menjadi kuat. Itu harus dicurigai karena pasti mengandung (obat) tidak mungkin produk jamu memberikan efek langsung karena produk jamu herbal itu tujuannya preventif," beber Penny.

"Kalau sampai ada yang efeknya langsung, itu berarti ada indikasi atau bahan kimia obat yang aktif dalam dosis yang tidak terkendali. Kalau obat tentu ada standar yang harus dipenuhi sehingga efek sampingnya," imbuhnya.

Selain efek, Penny menegaskan, indikasi kandungan obat kimia pada produk herbal dan makanan atau minuman juga bisa dilihat pada klaim produk. Jika produk tersebut menjanjikan efek yang kuat dalam waktu singkat, tak tertutup kemungkinan produk tersebut mengandung bahan kimia obat yang tak seharusnya dikandung.

Mengingat, bahan tersebut hanya boleh ada di jenis pangan yang memang diperuntukkan pengobatan, atau produk obat yang dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

"Atau sekarang ini pangan pun juga dalam bentuk kopi, mungkin seduhan-seduhan minuman lainnya yang mengandung bahan kimia obat atau pangan yang lain bisa dimasukkan bahan kimia obat dengan klaim-klaim. Yang mesti hati-hati itu adalah klaim," jelas Penny.

"Di labelnya dilihat, kemudian janji-janji klaim yang ada di dalamnya. Informasi tentang produk tersebut, efek apa yang dihasilkan sesudah diminum. Kalau janji klaimnya itu berlebihan, jangan percaya begitu saja karena yang buat langsung instan adalah sesuatu yang active ingredient-nya, selalu yang seperti obat jadi mesti hati-hati tidak boleh ada di pangan," pungkasnya.



Simak Video "BPOM Minta Rekomendasi Nama Vaksin Merah Putih Internasional ke Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)