Wamenkes Ungkap 3 Komorbid Paling Banyak Picu Kematian Pasien COVID-19

ADVERTISEMENT

Wamenkes Ungkap 3 Komorbid Paling Banyak Picu Kematian Pasien COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 07 Mar 2022 15:15 WIB
TPU Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat merupakan tempat pemakaman khusus Covid-19 di Kota Bekasi. Belakangan, jumlah orang yang dimakamkan di TPU ini semakin banyak seiring melonjaknya kasus. Akibatnya, Tempat Pemakaman Umum (TPU), harus dibuka 24 jam nonstop, guna menghindari penumpukan jenazah di rumah sakit maupun luar rumah sakit.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Kementerian Kesehatan menyebut jumlah pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit di RI kini terpantau terus menurun. Namun di samping itu, masih terdapat kasus kematian pasien COVID-19. Disebutkan bukan karena COVID-19, melainkan karena riwayat penyakit komorbid yang sudah dialami pasien sebelum terkena COVID-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Menurutnya, 50 persen kasus kematian di beberapa rumah sakit disebabkan penyakit komorbid berat yang diidap pasien sebelum positif COVID-19.

"Separuh yang meninggal dengan komorbid terutama berusia lansia dan belum mendapatkan vaksinasi lengkap. Tidak semua pasien meninggal karena COVID, tetapi juga yang meninggal dengan COVID," ujarnya dalam konferensi pers virtual terkait Hasil Ratas Evaluasi PPKM, Senin (7/3/2022).

Lebih lanjut Dante menjabarkan, tiga penyakit komorbid yang paling banyak menyebabkan pasien COVID-19 meninggal dunia adalah diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal.

"Hasil audit kematian di rumah sakit menunjukkan kasus meninggal tersebut adalah lansia dengan komorbid berupa diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal," pungkas Dante.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT