Selasa, 08 Mar 2022 14:01 WIB

Kolom

Segelas Susu Setiap Hari, Investasi Kesehatan di Masa Depan

Aretha Almeera - detikHealth
Ilustrasi Minum Susu Foto: Shutterstock/
Jakarta -

4 Sehat 5 Sempurna

Menurut Wikipedia, empat sehat lima sempurna adalah kampanye yang dilakukan pemerintah Indonesia sejak tahun 1955 untuk membuat masyarakat memahami pola makan yang benar. Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna, makanan dibagi atas empat sumber nutrisi penting ("empat sehat"), yaitu makanan pokok, lauk pauk, sayur-mayur, buah-buahan, dan disempurnakan dengan susu bila mampu, menjadi "lima sempurna". Konsep ini menekankan pentingnya empat golongan makanan berupa sumber kalori untuk tenaga, protein untuk pembangun, sayur dan buah sumber vitamin dan mineral untuk pemeliharaan.

Empat sehat lima sempurna tetap dianggap pedoman gizi yang bagus, tetapi Yusuf Kalla telah mengajukan revisi atas hal ini. Sebab dianggap telah menimbulkan salah kaprah di masyarakat. Susu sebagai penyempurna dianggap tidak wajib dikonsumsi. Juga perlu mempertimbangkan faktor manusia masa kini yang semakin kurang melakukan aktivitas dan sekaligus semakin banyaknya konsumsi lemak dalam makanan cepat saji atau junkfood, sehingga membutuhkan asupan penyeimbang berupa serat dari sayuran. Selain itu 4 sehat 5 sempurna dianggap tidak perlu dikonsumsi sekaligus dalam satu waktu makan, tetapi sebaliknya harus bergantian.

Selain itu, pedoman WHO yang telah dikeluarkan lebih menitikberatkan piramida makanan, yang menempatkan serealia di dasar piramida yang paling besar. Di atasnya buah-buahan dan sayur-sayuran, semakin ke atas adalah protein nabati berupa tahu, tempe, kacang-kacangan, lebih sedikit dibutuhkan di bagian puncak adalah protein hewani, hingga yang paling sedikit dibutuhkan adalah makanan manis dan gorengan di bagian paling atas. Jadi 60-80 persen kalori datang dari karbohidrat, 30 persen dari protein, dan sisanya dari lemak.

Berdasarkan artikel dari Wikipedia di atas,menurut saya kurang tepat bagi saya. Karena minum susu menumbuhkan, menjaga dan melindungi tulang dan gigi agar tetap kuat dan menghidari pengeroposan tulang atau yang disebut osteoporosis sejak dini. Karena osteoporosis zaman sekarang tidak memandang usia.

Penyebab Osteoporosis di Usia Muda

1. Amenorea

Amenorea adalah kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi dalam waktu lama. Kondisi ini menyebabkan kadar hormon estrogen wanita menurun, sehingga terjadi pengeroposan tulang. Gejalanya adalah sakit kepala, payudara tidak membesar, gangguan penglihatan, tumbuh rambut di wajah secara berlebihan, rambut rontok, suara berat seperti laki-laki, jerawat, keluarnya air susu (meski tidak sedang menyusui), dan nyeri panggul.

2. Asupan Kalsium Rendah

Kalsium adalah mineral penting yang berperan penting dalam proses pembentukan dan menjaga kekuatan tulang. Kurangnya asupan kalsium bisa meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis di usia muda. Salah satu penyebab kurangnya asupan kalsium adalah jarang konsumsi makanan berserat (terutama buah dan sayuran) dan tidak suka minum susu.

3. Penyakit Hormonal

Alias penyakit yang disebabkan karena faktor hormonal. Misalnya hipertiroidisme, hiperparatiroidisme, gangguan pada kelenjar adrenal, menurunnya jumlah hormon seks, dan gangguan pada kelenjar hipofisis.

4. Efek Samping Konsumsi Obat

Misalnya, konsumsi obat kortikosteroid dosis tinggi dalam waktu yang lama. Alasannya karena obat jenis ini berpengaruh pada kekuatan tulang. Jika digunakan dalam waktu lama, bisa memicu pengeroposan tulang yang mengarah pada osteoporosis. Penyebab kurangnya asupan kalsium, di antaranya adalah jarang konsumsi makanan berserat (terutama buah dan sayuran) dan tidak suka minum susu.

5. Penyebab Lain

Di antaranya adalah riwayat keluarga dengan osteoporosis, kebiasaan merokok dan minum alkohol, adanya malabsorbsi nutrisi, seperti pada pengidap penyakit Celiac dan Crohn. Serta tubuh tidak aktif dalam waktu lama, misalnya karena harus istirahat di kasur dalam waktu lama.

Mencegah Osteoporosis di Usia Muda

Adanya risiko osteoporosis di usia muda membuat banyak orang khawatir. Pasalnya, osteoporosis menimbulkan gejala fisik yang bisa mengganggu aktivitas. Maka itu, kamu dianjurkan untuk mencegah risiko osteoporosis di usia muda dengan cara berikut:

Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D. Keduanya adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tulang. Kalsium bisa kamu peroleh dengan konsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan makanan laut. Sedangkan, vitamin D bisa kamu peroleh dengan konsumsi ikan (seperti salmon, tuna, sarden, makarel), kuning telur, hati sapi, serta susu dan produk olahannya. Lakukan olahraga teratur, terutama yang berfungsi dalam menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. Misalnya, angkat beban, basket, dan sepak bola.

Hindari kebiasaan merokok. Nikotin dalam asap rokok bisa mengurangi aliran darah ke tulang, menghambat produksi sel pembentuk tulang, hingga menghambat penyerapan kalsium. Akibatnya, orang yang aktif merokok berisiko tinggi mengalami pengeroposan tulang di usia muda.

Batasi konsumsi alkohol. Alasannya karena konsumsi alkohol secara berlebihan bisa meningkatkan risiko osteoporosis di usia muda.

Aretha Almeera, Pemenang Favorit Lomba Karya Tulis Ultra Milk

(ads/ads)