Selasa, 08 Mar 2022 21:30 WIB

Habis Vaksin Minum Air Kelapa, Bermanfaat atau Malah Menetralkan Efek?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Minum Air Kelapa Hijau Plus Air Jeruk Nipis Bisa Sembuhkan COVID-19, Ini Faktanya! Penjelasan dokter gizi klinik perihal efek minum air kelapa pasca disuntik vaksin COVID-19. Foto: iStock
Jakarta -

Seiring program vaksinasi COVID-19 yang terus digencarkan di Indonesia di tengah gelombang Omicron, muncul pertanyaan soal boleh atau tidak habis vaksin minum air kelapa. Ada yang mengklaim bermanfaat, tapi ada yang bilang bisa menetralkan efek vaksin COVID-19.

Benarkah air kelapa bisa mempercepat pemulihan tubuh dari lemas dan meriang pasca disuntik? Dan bagi para penolak vaksin yang menyebut air kelapa bisa menetralkan efek vaksin, mitos atau fakta anggapan ini?

Spesialis gizi klinik dari Ambrosia Klinik dan Estetik, dr Karin Wiradarma, MGizi, SpGK, menjelaskan asupan makanan sebenarnya tidak ada hubungan dengan pengaruh kerja vaksin di dalam tubuh. Meski minum air kelapa setelah vaksinasi diperbolehkan, menurutnya, air kelapa tidak akan memberikan efek pada penerima vaksin COVID-19.

"Boleh (minum air kelapa setelah disuntik vaksin COVID-19), tapi nggak ada efeknya sih," ujar dr Karin saat ditemui detikcom di Ambrosia Klinik dan Estetik, Bekasi, Senin (7/3/2022).

"Mungkin ada orang habis vaksin, tergantung vaksinnya apa. Kalau Sinovac biasanya lapar, okelah makan apa saja terserah. Kalau untuk yang Moderna sama AstraZeneca itu biasanya lemas, seperti sakit sampai demam, bisa satu sampai tiga hari, itu sebenarnya sih makan makanannya untuk vaksin tidak ada yang khusus banget," imbuhnya.

Bukan hanya untuk segar-segar, air kelapa kerap disebut-sebut berefek baik layaknya minuman isotonik. dr Karin membenarkan hal tersebut. Akan tetapi lantaran orang yang habis divaksin tidak berkeringat layaknya orang yang habis berolahraga, minum air kelapa setelah menerima vaksin COVID-19 pada dasarnya tidak akan memberikan efek apa-apa pada tubuh.

"Sebenarnya sih air kelapa itu kan mengandung mineral saja. Seperti semacam Pocari Sweat. Sebenarnya kalau dia nggak berkeringat terlalu banyak, itu sebenarnya nggak ada efeknya sih," beber dr Karin.

"Kecuali kalau habis olahraga, lebih dari 60 menit itu bagus minum air kelapa. Karena itu selain menggantikan air, menggantikan ion yang hilang dari keringat. Tapi kalau vaksin itu nggak ya, kita kan nggak keluar apa-apa," pungkasnya.

Terakhir menurut dr Karin, yang perlu diperhatikan masyarakat di tengah lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron kini adalah upaya meningkatkan imunitas, tak lain dengan menjaga asupan makan dan pola tidur yang baik.

Saksikan juga Live! Adu Perspektif: Aktivis '98 Bicara Demokrasi Kita

(vyp/up)