Nekat Minum Kopi Viagra-Paracetamol? Ini Pesan Profesor Farmakologi

ADVERTISEMENT

Nekat Minum Kopi Viagra-Paracetamol? Ini Pesan Profesor Farmakologi

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Rabu, 09 Mar 2022 07:39 WIB
segelas kopi. Agung Pambudhy/ilustrasi/detikcom.
Nekat minum kopi viagra-paracetamol? Ini pesan profesor farmakologi (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Belakangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sejumlah kopi saset atau kemasan yang mengandung obat sildenafil, bahan aktif dalam obat disfungsi ereksi viagra, dan paracetamol. Produk-produk tersebut diperoleh setelah BPOM melakukan penindakan produk ilegal obat tradisional dan pangan yang mengandung bahan kimia obat.

Dalam operasi penindakan tersebut, kopi saset yang mengandung 'viagra' dan paracetamol antara lain Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Badak, Laki, Greng Joss, Macho Man, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung.

Lantas, seperti apa bahaya mengkonsumsi kopi yang mengandung 'viagra' dan paracetamol?

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Apt Zullies Ikawati menjelaskan, viagra memiliki kandungan sildenafil yang biasanya digunakan untuk membantu mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi. Kondisi tersebut merupakan ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi pada pria.

Cara kerja viagra sendiri yakni melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi) di sekitar organ vital pria, sehingga banyak aliran darah yang menuju ke area tersebut dan memacu terjadinya ereksi.

"Jika digunakan oleh orang yang juga sedang menggunakan obat vasodilator misalnya untuk hipertensi atau gangguan jantung, maka efek pelebaran pembuluh darah ini bisa meningkat dan menyebabkan turunnya tekanan darah secara drastis dan juga akan mengganggu irama jantung," jelas Prof Zullies saat dihubungi detikcom, Rabu (9/2/2022).

Sementara itu, paracetamol yang merupakan obat penghilang rasa sakit atau penurunan demam bisa berdampak pada gangguan liver atau hati karena memiliki efek hepatotoksik jika dosisnya tidak sesuai resep atau anjuran dokter.

"Jika digunakan bersama kopi, siapa yang akan mengatur dosisnya, berapa banyak yang boleh digunakan? Kita tidak tahu persis dosis yang ada dalam kopi, apalagi mungkin konsumen menganggap kopi itu aman, bisa jadi minum agak banyak. Bisa terjadi overdosis jika berlebihan," tambah Prof Zullies.



Simak Video "Digugat Soal Cemaran EG di Obat Sirup, BPOM: Silakan Saja Berproses"
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT