Rabu, 09 Mar 2022 11:10 WIB

Tak Ada Lagi Jaga Jarak di KRL, Yakin Aman? Kata Pakar Sih Begini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah penumpang turun dari rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commutter di Stasiun Cilebut, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (14/2/2022). KAI Commuter mencatat jumlah penumpang pada Senin (14/2) pagi ini mencapai 114.694 orang atau menurun jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencapai 116.705 orang selama pemberlakuan PPKM Level 3. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj. Penumpang KRL tak lagi wajib jaga jarak. (Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Jakarta -

Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mewanti-wanti risiko penularan COVID-19 di tengah longgarnya aturan commuterline yang kini mencabut pembatas jaga jarak. Ditambah lagi, usia anak lima tahun ke atas kembali diperbolehkan naik KRL.

"Jadi problem-nya ada pada balita yang belum divaksinasi, itu satu. Kedua balita walaupun 3 tahun, harus pakai masker karena jaga jarak dicabut," beber Pandu saat dihubungi detikcom Rabu (8/3/2022).

Pandu khawatir risiko COVID-19 pada anak terbilang tinggi lantaran belum memiliki imunitas melawan virus dari vaksinasi, untuk mencegah kasus COVID-19 rawat inap bahkan kematian. Pandu menyarankan, keberangkatan balita memakai KRL sebaiknya tidak di jam-jam sibuk.

Bisakah kembali memicu lonjakan kasus?

Menurut Pandu, kecil sekali risiko terjadinya lonjakan kasus akibat pelonggaran pembatasan COVID-19 lantaran kebanyakan warga khususnya populasi dewasa sudah memiliki imun tubuh yang protektif dari vaksinasi maupun infeksi alami.

"Risikonya rendah (kembali melonjak kasus) tapi karena itu kan di ruang tertutup maka wajib pakai masker. Gimana menjamin kedisiplinan protokol kesehatan mereka?" tutur Pandu.

"Seringkali itu dilanggar, kemudian saya sarankan untuk anak, jangan ngobrol di KRL, semua pakai masker dan tidak perlu ngobrol," pesannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mulai hari ini Rabu (8/3) tak ada lagi pembatas jaga jarak di KRL Jabodetabek hingga KRL Yogyakarta-Solo, menyusul aturan bebas antigen dan PCR bagi mereka yang sudah divaksinasi lengkap hingga booster.

Beberapa penumpang mengaku merasa lega, tapi di sisi lain tetap was-was lantaran menilai risiko penularan COVID-19 masih cukup tinggi.



Simak Video "Meski Ada Pelonggaran, Epidemiolog Ingatkan Indonesia Belum Lewati Kritis Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)