ADVERTISEMENT

Rabu, 09 Mar 2022 15:59 WIB

Kolom

Self Healing Therapy Sebagai Bentuk Aksi Nyata Jaga Kesehatan Mental

Monalisa Nataly - detikHealth
Ilustrasi Healing Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Kesehatan mental merupakan hal dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena kesehatan mental berpengaruh secara langsung terhadap cara orang berpikir, merasakan dan berperilaku.

Gambaran Permasalahan Mental Akibat Pandemi COVID-19

Pandemi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan secara fisik, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang. Gangguan kesehatan mental yang kerap terjadi di masa pandemi COVID-19 ini mulai dari yang ringan sampai yang berat, seperti cemas berlebihan, stres, gangguan stres pasca trauma, depresi, xenophobia (ketakutan terhadap orang dari negara lain yang mereka nilai dapat membahayakan keselamatannya), serta permasalahan kesehatan mental lainnya.

Menurut survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), terdapat 68% orang di Indonesia mengaku cemas, 67% lainnya mengalami depresi, dan sisanya 77% mengalami trauma psikologis akibat COVID-19. Bahkan ada yang ingin bunuh diri.

Meningkatnya jumlah penyintas kesehatan mental selama pandemi diakibatkan oleh berbagai masalah, seperti masalah ekonomi, masalah hubungan, hingga masalah keluarga. Kebanyakan pengidap gangguan mental ini didominasi oleh usia remaja hingga usia produktif yaitu umur 10-39 tahun.

Selain masalah depresi, cemas, dan gangguan psikologis lainnya, gangguan kesehatan mental dapat disebabkan karena adanya kecenderungan
seseorang mengonsumsi berita-berita negatif di portal media. Menurut Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ.,MPH., Pandemi COVID-19 ialah pandemic berdimensi multisektor (Bio Psiko Social Spiritual) yang menyebabkan ketakutan dan kegelisahan karena banjirnya informasi asimetris dan misleading (Infodemi), kondisi ini sering kali disebut dengan doomscrolling.

Doomscrolling memiliki efek negatif bagi kesehatan fisik maupun mental. efek yang ditimbulkan pada orang yang mengidap doomscrolling akan cenderung merasa takut, frustrasi, tak berdaya, bahkan marah karena mereka terbelenggu akan ketakutan atas persepsi mereka sendiri. Aktivitas ini awalnya menimbulkan gangguan kesulitan tidur, gangguan pola tidur itu akhirnya akan menyebabkan kesehatan fisik terganggu.

Selain itu, doomscrolling menyebabkan kelelahan secara mental, seseorang akan merasakan lelah yang berlebihan, jadi mudah marah, dan sensitif. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan memunculkan gangguan mental. Hal ini tidak dapat dianggap enteng lagi, permasalahan kesehatan mental harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Upaya Dalam Mengatasi Permasalahan Mental

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghindari gangguan depresi, seperti dengan self healing. Self healing adalah sebuah proses penyembuhan luka batin atau mental yang dilakukan secara mandiri.

Luka batin ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Adapun hal ini bertujuan agar seseorang bisa memahami diri sendiri, menerima ketidaksempurnaan, serta membentuk pikiran positif tentang apa yang terjadi dalam hidup.

Adapun berikut merupakan beberapa contoh tindakan self healing:

1. Mindfulness

Mindfulness adalah suatu kondisi di mana pikiran, perasaan, dan tubuh kita berada pada saat ini, tidak mengembara ke masa lalu maupun masa depan, serta non judgemental (Kabat-Zinn, 1990).

2. Guided Imagery

Pejamkan mata, lalu bayangkan sesuatu yang menyenangkan, dengan berbagai modalitas seperti visual, auditori, dan kinestetik untuk membantu meningkatkan imajinasi. Meskipun kenyamanan ini bersifat jangka pendek, namun Guided Imagery bisa menjadi pertolongan pertama psikologis dalam menanggulangi kecemasan berlebih.

3. Self Talk

Bicaralah kepada diri sendiri dengan kalimat positif. Perlu diketahui bahwa emosi cenderung dipengaruhi oleh pikiran kita, yang mana pikiran kita sangat tergantung dari bagaimana kita menafsirkan suatu peristiwa. Penting untuk kita memperbaiki kembali apa yang menjadi isi pikiran, karena pikiran yang positif akan meningkatkan kualitas emosi dan perasaan.

4. Expressive Writing

Refleksikan pikiran dan perasaan yang anda alami selama masa pandemi ke dalam bentuk tulisan.

Beberapa hal lainnya yang dapat dilakukan seperti mengkampanyekan 'Pentingnya Kesehatan Mental' melalui sosial media. Sebab, banyak masyarakat yang belum paham betul mengenai hal tersebut. Anda juga bisa menjadi sarana keluh kesah teman yang mengalami mental illness, diharapkan dengan adanya kehadiran kita dapat mengurangi beban yang mereka alami.

Perlu dipahami bahwa adanya perasaan khawatir, takut, dan cemas adalah perasaan normal yang dirasakan oleh setiap individu ketika dihadapkan pada suatu masalah seperti pandemi ini. Menurut Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., MPH13, individu yang sehat secara mental mampu mengelola stres dengan mengubah stressor tersebut menjadi bentuk normostress. Sehingga tidak menjadi beban pikiran yang berlarut-larut dan tidak terjadi kelebihan hormon sitokin yang turut berpengaruh negatif pada kesehatan fisik.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola stres yaitu dengan selalu mencari peluang dan celah positif yang dapat menimbulkan semangat, serta menghindari bersikap takut akibat waspada berlebihan.

Monalisa Nataly, Pemenang Favorit Lomba Karya Tulis Ultra Milk



Simak Video "Minat Booster Rendah, Stok Vaksin Covid-19 DIY Dikirim ke Kalimantan-Sumatra"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT