ADVERTISEMENT

Kamis, 10 Mar 2022 16:20 WIB

Catat! Ini 4 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Usai Vaksin Booster

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Vaksinasi booster hari pertama di Kota Tegal, Senin (17/1/2022) Pantangan vaksin booster (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Jakarta -

Vaksin booster COVID-19 telah di-kick off oleh pemerintah sejak Rabu, 12 Januari 2022 lalu sebagai salah satu upaya perlindungan dalam menghadapi varian Omicron. Mengingat varian ini masih membuat lonjakan kasus COVID-19 tiap harinya di Indonesia.

Adapun syarat penerima vaksin booster adalah mereka yang sudah berusia 18 tahun ke atas, sudah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap (dosis 1 dan 2) dengan jarak minimal tiga bulan. Selain itu, vaksin booster juga diprioritaskan terlebih dahulu untuk kelompok rentan, lanjut usia (lansia) dan komorbid.

Pantangan Usai Vaksin Booster

Berikut pantangan usai vaksin booster COVID-19 yang wajib diketahui oleh masyarakat:

1. Merokok dan Minum Alkohol

Merokok dan meminum alkohol bisa mempengaruhi sistem imun tubuh sehingga ada kemungkinan respons imun terhadap vaksin menjadi tidak efektif.

Selain itu, merokok dan minum alkohol juga bisa memperburuk efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

2. Melakukan Aktivitas Fisik yang Berat

Usahakan jangan melakukan aktivitas fisik yang berat, seperti mengangkat beban, setidaknya selama 2-3 hari usai menerima vaksin booster atau dosis ketiga. Hal ini disebabkan tubuh memerlukan waktu untuk pulih dari efek samping vaksin booster.

3. Mengabaikan Protokol Kesehatan

Meskipun sudah mendapatkan vaksin booster, bukan berarti seseorang akan kebal dari COVID-19. Pasalnya, tak ada vaksin yang memiliki tingkat efektivitas 100 persen, bahkan setelah divaksinasi pun kemungkinan dapat terinfeksi dengan gejala yang lebih ringan.

Penting! Vaksin booster hanya melindungi seseorang dari risiko rawat inap, kematian, dan komplikasi serius akibat COVID-19. Itu mengapa protokol kesehatan tetap wajib diterapkan untuk melindungi orang-orang di sekitar.

4. Menunda Berbicara dengan Dokter

Jangan menunda untuk berbicara dengan dokter apabila mengalami gejala atau KIPI usai vaksin booster. Pasalnya, vaksinasi memerlukan beberapa saat untuk mulai bekerja dan baru akan mengembangkan kekebalan beberapa minggu usai vaksin.

Sedangkan efek samping seperti nyeri atau gejala ketidaknyamanan lainnya merupakan hal yang wajar usai vaksin booster. Kondisi ini umumnya akan mereda dalam waktu beberapa hari.


Apabila mengalami efek samping atau KIPI setelah vaksin booster, bisa melakukan 5 cara berikut sebagaimana dikutip dari halaman covid19.go.id:

  • Tetap tenang
  • Jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, kompres dengan air dingin pada lokasi tersebut.
  • Jika terjadi demam, kompres atau mandi dengan air hangat. Kemudian perbanyak minum air putih dan istirahat.
  • Jika dibutuhkan, minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
  • Laporkan semua reaksi atau keluhan yang dialami setelah vaksinasi ke petugas kesehatan melalui nomor kontak yang tertera di kartu vaksinasi. Bisa juga melaporkan kejadian KIPI yang dialami ke Kementerian Kesehatan melalui https://keamananvaksin.kemkes.go.id/index.php/public/pelaporan.


Simak Video "Eropa Rekomendasikan Booster Kedua untuk Lansia dan Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT