Heboh Temuan Kopi 'Ber-viagra', Ini Risikonya Bila Nekat Diminum

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Heboh Temuan Kopi 'Ber-viagra', Ini Risikonya Bila Nekat Diminum

Firdaus Anwar - detikHealth
Sabtu, 12 Mar 2022 09:17 WIB
Coffee cup and beans on old kitchen table. Top view with copyspace for your text
Foto: Getty Images/iStockphoto/karandaev
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI belakangan ini dikabarkan menyita 6 merek kopi ilegal mengandung sildenafil atau Viagra dan paracetamol. Sildenafil merupakan bahan kimia yang biasa dipakai untuk mengobati disfungsi ereksi.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito menjelaskan dua jenis kopi ilegal tersebut ditemukan di Bandung dan Bogor, Jawa Barat. Dalam sidak ke sarana produksinya ditemukan barang bukti berupa 32 kilogram bahan baku obat mengandung paracetamol dan sildenafil.

"Bahan kimia obat merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional dan pangan olahan. Bahan kimia obat seperti parasetamol dan sildenafil merupakan bahan yang digunakan untuk produksi obat. Jika tidak digunakan sesuai aturan pakai (dosis), bahan kimia obat ini dapat menimbulkan risiko tinggi dan efek samping yang dapat membahayakan kesehatan," terang Penny dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Apt Zullies Ikawati menjelaskan, sildenafil sendiri bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi) di sekitar organ vital pria. Dampaknya jadi bisa ada lebih banyak darah pada penis yang membuat ereksi semakin keras.

"Jika digunakan oleh orang yang juga sedang menggunakan obat vasodilator misalnya untuk hipertensi atau gangguan jantung, maka efek pelebaran pembuluh darah ini bisa meningkat dan menyebabkan turunnya tekanan darah secara drastis dan juga akan mengganggu irama jantung," jelas Prof Zullies pada detikcom.

Sementara itu, paracetamol yang merupakan obat penghilang rasa sakit atau penurunan demam bisa berdampak pada gangguan liver atau hati karena memiliki efek hepatotoksik jika dosisnya tidak sesuai resep atau anjuran dokter.

"Jika digunakan bersama kopi, siapa yang akan mengatur dosisnya, berapa banyak yang boleh digunakan? Kita tidak tahu persis dosis yang ada dalam kopi, apalagi mungkin konsumen menganggap kopi itu aman, bisa jadi minum agak banyak. Bisa terjadi overdosis jika berlebihan," pungkasnya.



Simak Video "Penemuan BPOM soal Sirup Paracetamol Picu Lonjakan Kasus Gagal Ginjal"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT