Senin, 14 Mar 2022 10:00 WIB

WHO Beri Peringatan Soal Transisi Pandemi COVID-19 ke Endemi, Ada Apa Lagi?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Geneva, Switzerland - December 03, 2019: World Health Organization (WHO / OMS) Logo at WHO Headquarters WHO beri peringatan soal transisi pandemi ke endemi, ada apa lagi? (Foto: Getty Images/diegograndi)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memberi peringatan dunia untuk berhati-hati dengan COVID-19. Kali ini peringatannya mengenai status perubahan dari pandemi menjadi endemi.

Direktur Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mike Ryan mengatakan, ada perbedaan antara endemi dan pandemi. Endemi merupakan kondisi di mana virus ada tetapi lebih rendah, musiman dan tidak bisa hilang. Ia juga menegaskan bahwa virus akan tetap ada.

"Endemi HIV, tuberkulosis, malaria, membunuh jutaan orang di planet ini tiap tahun," kata Ryan dalam pernyataan resmi yang diunggah akun Twitter WHO, Minggu (13/3/2022).

Lebih lanjut Ryan menegaskan, endemi itu tidak sama dengan kondisi keadaan yang baik. Selama satu penyakit dinyatakan sebagai endemi, segala bentuk pengendalian untuk mengurangi infeksi, penularan pada kelompok rentan, mengurangi angka kematian, perlu tetap dilakukan.

"Jadi mengubah dari pandemi menjadi endemi itu hanya mengubah label. Itu tidak mengubah tantang yang kita hadapi. Kita tetap harus mengontrol keadaan virus ini," kata Ryan.

Seperti yang diketahui, setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus Corona sebagai pandemi global pada Maret 2020 lalu, negara-negara di dunia mulai mengeluarkan kebijakan pembatasan protokol kesehatan guna mengurangi infeksi COVID-19. Kebijakan tersebut termasuk aturan-aturan yang mengatur sosialisasi, pemakaian masker, isolasi mandiri atau karantina.

Namun belakangan, rantan banyak angka kematian dan kasus COVID-19 yang semakin menurun, banyak negara di dunia mulai memutuskan berdamai dengan COVID-19. Salah satunya dengan menganggap virus Corona sebagai endemi dan mulai melonggarkan pembatasan COVID-19 di negara-negara mereka.

Negara-negara tersebut seperti Inggris, Swedia, Norwegia, Arab Saudi, Kenya dan beberapa negara lain yang hendak menyusul.



Simak Video "Yang Paling Dikhawatirkan WHO soal Wabah Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)