ADVERTISEMENT

Senin, 14 Mar 2022 12:33 WIB

Netizen Sorot Beda Crazy Rich Asli Vs Palsu, Apa Kata Psikolog?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Happy couple success in their owner small business online with package box and money Ilustrasi crazy rich. (Foto: Getty Images/iStockphoto/tofumax)
Jakarta -

Belakangan beberapa 'crazy rich' dipolisikan karena tersandung dugaan kasus penipuan terkait aplikasi trading ilegal. Sebelumnya, mereka dikenal gemar memposting sejumlah harta di media sosial seperti mobil mewah hingga barang-barang branded.

Di tengah fenomena tersebut, beberapa masyarakat mulai mempertanyakan sebenarnya bagaimana ciri-ciri orang kaya asli dengan orang yang tidak sekaya seperti kelihatannya.

"Nggak pernah percaya sama the so calles 'crazy rich' yang hobi pamer harta di sosmed. Mereka berusaha untuk menjual sesuatu pasti, pada akhirnya ini semua trik marketing," ujar salah satu netizen di Twitter.

"Yang benar-benar crazy rich konglo biasanya private bgt dan ga mengumbar-umbar di sosmed," klaim netizen.

Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center menyoroti kebiasaan pamer harta memang dilatarbelakangi oleh banyak faktor, selain ada kepentingan tertentu. Kebanyakan disebabkan kebutuhan akan pengakuan atau penerimaan diri di masyarakat.

"Kebutuhan psikologis akan pengakuan, penerimaan dan penghargaan atau pujian.Sebenarnya kebutuhan ini ada di hampir setiap orang, namun kadarnya yang berbeda beda," terang Rahma kepada detikcom, ditulis Senin (14/3/2022).

"Besar kecilnya kebutuhan ini, dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya, pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, misalnya bullying, penghinaan," sambungnya.

Kemungkinan lainnya bisa berasal dari mindset atau cara berpikir seseorang. Bisa saja, kebiasaan pamer harta ini dipicu pemikiran seseorang dengan jabatan tinggi dan kekayaan lebih dihargai.

Perilaku ini disebut Rahma juga bisa didapat dari lingkungan terdekat. Sementara, jika ingin membedakan orang yang bersikap pura-pura kaya dengan maksud tertentu, ada baiknya untuk selalu menanamkan pemikiran kritis melihat fenomena tertentu.

"Munculkan beberapa pertanyaan di dalam diri untuk menguji berita tersebut. Misalnya,'benarkah?', 'apakah mungkin?', 'siapa saja?', 'mana data lainnya ya?'," tutur Rahma.

Rahma mengimbau sebaiknya berusaha untuk selalu memperbanyak informasi terkait orang tersebut atau sesuatu hal yang nampaknya bakal berpengaruh pada kehidupan masing-masing.



Simak Video "Psikolog Bicara Soal Istilah 'Crazy Rich Palsu'"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT