Senin, 14 Mar 2022 15:03 WIB

IDI Sukoharjo Minta Kasus Teroris Sunardi Tak Dikaitkan dengan Profesi Dokter

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Dokter Sunardi yang tewas ditembak Densus di Sukoharjo Dokter di Sukoharjo ditembak mati karena melakukan perlawanan saat menjadi tersangka teroris. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

IDI Cabang Sukoharjo ikut berduka cita atas kepergian almarhum Sunardi yang ditembak mati sebagai tersangka teroris karena melakukan perlawanan. Semasa hidupnya, Sunardi yang juga berprofesi sebagai dokter disebut rajin mengurus izin praktik dan memiliki jiwa sosial yang tinggi lantaran kerap menolong pasien saat bencana.

Meski begitu, IDI Sukoharjo tak ingin aksi terorisme ini dikaitkan dengan profesi dokter yang sebenarnya mengedepankan prinsip kemanusiaan. IDI Sukoharjo memastikan organisasinya resmi berada di bawah naungan NKRI dan Undang-Undang, sehingga sangat menentang perilaku terorisme.

"Agar tidak terjadi distorsi, kami meminta masyarakat agar tidak menyangkutpautkan kasus terorisme yang disangkakan kepada Sunardi dengan profesinya sebagai dokter," kata dr Arif Budi Satria, SpB, Ketua IDI Sukoharjo dalam keterangan resminya, diterima detikcom Senin (14/3/2022).

"Perlu ada koreksi penyebutan, jangan almarhum dokter Sunardi, tapi Bapak Sunardi, mungkin itu bisa jadi salah satu bentuk komunikasi. Karena sebagaimana bahwa profesi-profesi lain pun bisa mengalami hal yang sama. Pengawasan dan pembinaan terus dilakukan oleh IDI Sukoharjo supaya tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan orang lain," sambung dia.

Lebih lanjut, dr Arif menjelaskan sudah melakukan pertemuan dengan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudusy dan Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan. Berdasarkan pertemuan tersebut, dipastikan peristiwa ini tak memiliki kaitan dengan profesi Sunardi sebagai dokter.



Simak Video "Dituding Persulit Izin Praktik Dokter Lulusan Luar Negeri, Apa Kata IDI?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)