ADVERTISEMENT

Selasa, 15 Mar 2022 09:40 WIB

Penting! Ini 5 Fase Harus Dilalui RI Agar 'Bebas' dari Pandemi COVID

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Penting! 5 fase yang harus dilalui RI agar 'bebas' dari pandemi (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Dalam beberapa hari terakhir, Indonesia mengalami tren penurunan kasus COVID-19. Meski mengalami penurunan, juru bicara Satgas COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro mengatakan Indonesia perlu melewati fase atau tahapan sebelum benar-benar bebas dari belenggu pandemi COVID-19.

"Sebenarnya dalam satu pandemi penyakit menular itu, ada lima fase," kata dr Reisa dalam diskusi daring, Senin (15/3/2022).

Lantas fase apa sajakah itu?

1. Fase Pandemi

dr Reisa menuturkan, pada fase pertama ada pandemi. Pandemi merupakan kondisi di mana peningkatan jumlah kasus dalam sebuah negara terjadi secara tidak terduga dan menyebar ke seluruh wilayah baik secara global atau menjadi wabah.

2. Fase Deselerasi

Kemudian pada fase kedua, terdapat fase deselerasi yang saat ini tengah dibidik pemerintah. Pada fase ini, jumlah kasus positif dalam negara mengalami penurunan karena ada dua faktor yang mempengaruhi, yakni adanya varian baru dan terbentuknya imunitas masyarakat.

Menurut dr Reisa, pada fase deselerasi juga akan ada sejumlah kebijakan yang dilonggarkan oleh pemerintah.

"Kalau di Indonesia sendiri, alhamdulillah dengan adanya tren penurunan, kita juga sudah siap masuk ke fase deselerasi, fase sebelum endemi," ujarnya.

3. Fase Endemi

Setelah fase deselerasi bisa diatasi, masuklah ke fase ketiga yakni endemi. Pada fase ini, penyebaran penyakit tetap terjadi tetapi terbatas pada suatu wilayah tertentu saja.

Jika sebuah negara sudah mendeklarasikan diri menjadi endemi, pemerintah suatu negara harus tahu bagaimana mengantisipasi penularan ataupun cara pengobatan. Sehingga tidak membebani sistem kesehatan, fasilitas kesehatan, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat karena bisa diprediksi dan stabil.

"Pada fase ini, harusnya penyakit tidak lagi mengganggu kehidupan sosial sehari-hari." tambahnya.

4. Fase Eliminasi

Pada fase eliminasi menggambarkan adanya penurunan hingga nol kasus di sebuah wilayah. Di fase ini, banyak intervensi atau tekanan agar dapat mengontrol serta mempertahan kondisi capaian nol kasus.

"Fase eliminasi merupakan fase penurunan hingga nol kasus pada satu wilayah geografi tertentu sebagai hasil intervensi yang terus menerus dilakukan. Intervensi dilakukan secara konsisten makanya kasus tertahan sampai nol," ungkap dr Reisa.

5. Fase Eradikasi atau Reduksi

Terakhir ialah fase eradikasi atau reduksi. Pada fase ini, kondisi kasus tidak ditemukan lagi secara permanen di seluruh wilayah sehingga tidak lagi diperlukan intervensi apa pun.

Apa yang harus dilakukan agar bisa melewati 5 fase penyakit menular?

Menurut dr Reisa, agar Indonesia dapat melalui kelima fase tersebut seluruh pihak harus terus bekerja sama memperkuat protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi COVID-19. Kedua upaya tersebut sebagai bentuk memproteksi diri dan lingkungan.

Selain itu, kebijakan pemerintah juga harus terukur dan disusun dengan kehati-hatian. Kebijakan diambil tidak hanya dilihat dari sisi kesehatan dan sains saja, tetapi juga seluruh aspek kehidupan baik sosial, budaya, ataupun ekonomi.

"Yang longgar mobilitasnya, bukan protokol kesehatannya. Jangan lupa pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan rutin. Kalau mengalami satu gejala, antisipasi di rumah, jangan kemana-mana, jangan menularkan ke orang lain," pesar dr Reisa.



Simak Video "Satgas Covid-19: Kita Perlu Berhati-hati dalam Memaknai Akhir Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT