Selasa, 15 Mar 2022 14:51 WIB

Biang Kerok China Rekor COVID-19 Tertinggi Sejak Awal Pandemi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Workers control access into a closed off community on Sunday, March 13, 2022, in Beijing. The number of new coronavirus cases in an outbreak in Chinas northeast tripled Sunday and authorities tightened control on access to Shanghai in the east, suspending bus service to the city of 24 million and requiring a virus test for anyone who wants to enter. (AP Photo/Ng Han Guan) Kasus Corona di China kembali pecahkan rekor sejak awal pandemi. (Foto: AP/Ng Han Guan)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di China mencetak rekor tertinggi sejak awal pandemi. Ini membuat pemerintah setempat kembali melarang orang-orang untuk bepergian dari satu kota ke kota lain.

Ahli penyakit menular dari rumah sakit yang berafiliasi dengan Universitas Fudan Shanghai, Zhang Wenhong, mengatakan beberapa daratan di China masih berada dalam tahap awal dari 'kenaikan eksponensial'. Ia pun mengungkap biang kerok yang memicu wabah Corona terbesar di China sejak awal pandemi dua tahun lalu.

Kenaikan kasus ini didorong oleh munculnya subvarian Omicron BA.2 atau dikenal dengan 'Omicron Siluman'. Zhang mengatakan pada penelitian awal menunjukkan BA.2 ini dapat menyebar lebih cepat daripada varian Omicron asli, COVID-19 asli, dan varian Corona lainnya.

"Tetapi jika negara kita terbuka dengan cepat sekarang, itu akan menyebabkan sejumlah besar infeksi pada orang dalam waktu singkat," tulis Zhang yang dikutip dari APNews, Selasa (15/3/2022).

"Tidak peduli seberapa rendah tingkat kematiannya, itu masih akan menyebabkan kehabisan sumber daya medis dan kejutan jangka pendek bagi kehidupan sosial, menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki bagi keluarga dan masyarakat," lanjutnya.

Sebelumnya, kasus COVID-19 di daratan China sudah mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena pemerintah melakukan penguncian ketat (lockdown) dan karantina bagi siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien positif.

Namun, pada Selasa (15/3) otoritas China melaporkan kasus baru COVID-19 sebanyak 5.280. Jumlah ini lebih besar dua kali lipat sejak awal pandemi Corona.

Menurut Komisi Kesehatan Nasional, wilayah yang paling terdampak adalah Provinsi Jilin, China timur laut, dengan lebih dari 3.000 kasus. Untuk mengatasi ini, para pejabat kesehatan China telah memperingatkan pembatasan yang lebih ketat dan segera dilakukan.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)