Rabu, 16 Mar 2022 10:31 WIB

Insecure Gegara Perut Buncit? Dokter Gizi Bongkar 3 Cara Mudah Turun BB

Vidya Pinandhita - detikHealth
Hari ini, 4 Maret diperingati sebagai Hari Obesitas Sedunia. Data Kemenkes 1 dari tiga orang dewasa Indonesia mengalami obesitas. Yuk kenali dan cegah bahayanya. Tiga modalitas terapi dasar menurunkan berat badan menurut dokter spesialis gizi. Foto: Pool
Jakarta -

Baru-baru ini, salah satu video binaragawan Ade Rai viral di media sosial. Ia menjelaskan 'lingkaran setan' penyebab perut buncit. Di antaranya, terkait rasa lapar, stres, dan keinginan untuk 'nyemil'.

Ade Rai menjelaskan, ketika tubuh banyak mengonsumsi karbohidrat, maka kadar gula darah menaik. Ketika gula darah naik, pankreas merilis insulin dan memicu penyimpanan lemak.

Jika insulin mengambil kelebihan gula darah, kerap terjadi kondisi hyperinsulin yang mengarah ke hipoglikemia atau gula darah rendah di bawah batas normal. Dalam kondisi gula darah menurun, tubuh akan stres dan melepaskan hormon kortisol. Hormon ini meningkatkan nafsu makan.

"Ketika lapar apa yang terjadi, teman-teman? Yang ada kita kepingin ngemil lagi, pingin makan. Ketika kita pingin makan apa yang terjadi? Gula darahnya naik lagi. Kita lihat kita muter terus di sini," ujar Ade Rai dalam videonya.

"Selain itu juga ketika gula darah kita terjun turun ke bawah, badannya stres. Makanya kenapa hadir kortisol. Jadi kortisol hadir lebih kepada respons tubuh kita terhadap situasi stres tadi. Ketika stres bisa terjadi kortisol hadir, bisa terjadi kita larinya kepingin makan," imbuhnya.

Seberpengaruh Apa Pola Makan pada Berat Badan?

Dalam kesempatan lainnya, spesialis gizi klinik dari Ambrosia Klinik dan Estetik, dr Karin Wiradarma, MGizi, SpGK, menjelaskan salah satu modalitas terapi dasar menurunkan berat badan adalah mengatur pola makan. Bahkan, konsumsi obat-obatan pelangsing pun tak akan efektif dalam jangka waktu panjang apabila tidak dibarengi modalitas dasar tersebut.

"Untuk melangsingkan tubuh atau menurunkan berat badan itu ada beberapa modalitas. Pertama yang basic ada 3. Pertama pengaturan diet atau makanan. Kedua ada aktivitas fisik atau olahraga, dan ketiga adalah behavioral modification atau perubahan perilaku," ujarnya saat ditemui detikcom di Ambrosia Klinik dan Estetik, Bekasi, Senin (7/3/2022).

"Yang ketiga itu adalah basic-nya sebenarnya. Dan kalau kita hanya menurunkan 5 kilo bahkan 10 kilo juga bisa hanya dengan 3 itu, tapi itu butuh tekad yang kuat dan waktunya mungkin nggak singkat. Tapi memang paling aman, paling fisiologis, paling sehat," imbuh dr Karin.



Simak Video "Ade Rai Beberkan Rahasia Body 'Superman' Jenderal Andika Perkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)