Jerman Rekor Kasus Imbas 'Son of Omicron', Nggak Jadi Bye-bye COVID-19?

ADVERTISEMENT

Jerman Rekor Kasus Imbas 'Son of Omicron', Nggak Jadi Bye-bye COVID-19?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kamis, 17 Mar 2022 07:04 WIB
People make corona tests in the city center of Essen, Germany, Wednesday, Jan. 12, 2021. Germany registered a new record of more than 80,000 new infections with the coronavirus on Wednesday. (AP Photo/Martin Meissner)
Foto: AP/Martin Meissner
Jakarta -

Jerman mencatat tingkat infeksi COVID-19 tertinggi sejak awal pandemi, karena mandat mengenakan masker di toko-toko, restoran, dan sekolah akan berakhir di banyak bagian negara itu akhir pekan ini.

Dikutip dari The Guardian, badan pengendalian penyakit negara itu pada hari Rabu (16/3/2022) melaporkan rekor tingkat kejadian 1.607 infeksi per 100.000 orang selama tujuh hari terakhir, salah satu yang tertinggi di Eropa.

Institut Robert Koch Jerman telah mencatat total 262.593 kasus baru yang dikonfirmasi dan 269 kematian baru selama 24 jam terakhir.

Infeksi yang meningkat di Jerman kemungkinan masih disebabkan oleh varian Omicron dan terutama subvarian 'son of Omicron' BA.2, yang hampir setengah dari semua kasus yang tercatat minggu lalu. Kurang dari 1 persen infeksi sekarang disebabkan oleh varian Delta.

Parlemen berencana untuk mengesahkan undang-undang yang disederhanakan, yang akan secara signifikan mengurangi pembatasan di sekitar Jerman.

Mengenakan masker akan tetap wajib di transportasi umum, rumah sakit, dan panti jompo, tetapi tidak di toko, restoran, dan sekolah.

Simak juga 'Islandia Susul Prancis hingga Jerman Cabut Aturan Pembatasan Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT