WHO Perbolehkan Tes Antigen Mandiri, Ini Wanti-wanti Satgas COVID

ADVERTISEMENT

WHO Perbolehkan Tes Antigen Mandiri, Ini Wanti-wanti Satgas COVID

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Kamis, 17 Mar 2022 17:53 WIB
Tarif tes antigen di sejumlah stasiun Indonesia, termasuk Stasiun Gambir turun mulai hari ini. Dari sebelumnya Rp 85 ribu, kini menjadi Rp 45 ribu.
WHO perbolehkan tes antigen mandiri, ini wanti-wanti Satgas COVID (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya merekomendasikan tes rapid antigen mandiri di rumah. Rekomendasi ini disebut bisa membantu strategi respons COVID-19 yang lebih baik.

"Rapid test antigen dapat dilakukan oleh seseorang, di mana mereka mengumpulkan spesimen mereka sendiri, melakukan rapid test sederhana dan menginterpretasikan sendiri hasil tes mereka pada waktu dan tempat yang mereka pilih, yang disebut tes mandiri COVID-19," beber WHO dalam laman resminya, dikutip detikcom Senin (14/3/2022).

WHO menilai manfaat yang didapat dari tes COVID-19 mandiri lebih besar ketimbang resikonya. Selain itu, akurasi yang didapatkan bisa setara dengan pengambilan sampel yang dilakukan tenaga profesional.

Lantas bagaimana dengan kebijakan tes rapid antigen mandiri di Indonesia?

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan masyarakat di Indonesia masih diimbau untuk melakukan tes COVID-19 dengan tenaga medis atau profesional kesehatan. Hal ini sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warganya.

"Testing dengan swab membutuhkan kehati-hatian guna mencapai hasil akurat dan mencegah luka di saluran pernapasan," ungkap Prof Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/3/2022).

Lebih lanjut, prof Wiku mengingatkan bila masyarakat tetap memilih untuk melakukan tes rapid antigen ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Mulai dari teknik pengetesan, membaca hasil tes, dan pengolahan limbah medis.

"Dimohon untuk berhati-hati dalam memilih alat tes, pastikan alat yang dibeli memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan demi menjamin kualitas dan akurasinya," imbaunya.

"Kemudian harus dilakukan oleh orang yang terlatih dan profesional Jika memilih melakukan tes mandiri dan petimbangkan pula penglolaan limbah medis setelah menggunakannya," tambah prof Wiku.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadiki mengakui pihaknya tengah mempersiapkan aturan tes rapid antigen mandiri. Namun, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menekankan hingga kini belum ada kebijakan yang mengatur rekomendasi swab antigen COVID-19 mandiri di rumah.

"Belum. Masih merujuk ke KMK tentang pemeriksaan laboratorium antigen yang ada," bebernya saat dihubungi detikcom Senin (14/3/2022).



Simak Video "Alasan Kemenkes Belum Keluarkan Izin Swab Antigen Mandiri di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT