Pertama Kalinya dalam Lebih dari Setahun, China Laporkan Kematian COVID-19

ADVERTISEMENT

Pertama Kalinya dalam Lebih dari Setahun, China Laporkan Kematian COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 19 Mar 2022 12:01 WIB
Pemandangan tak biasa terlihat di jalanan Beijing, China. Seorang warga mengenakan masker sampai dua sekaligus saat beraktivitas di luar rumah. Ini fotonya.
China melaporkan kasus kematian COVID-19. (Foto: AP Photo/Ng Han Guan)
Jakarta -

China melaporkan kasus kematian COVID-19 pertama dalam lebih dari setahun. Tepat per Sabtu (19/3/2022), Komisi Kesehatan Nasional setempat mengumumkan kematian tersebut imbas lonjakan varian Omicron yang didominasi BA.2 'Son of Omicron'.

Ada dua kasus kematian baru, tercatat di wilayah timur laut China, Jilin, yang berbatasan dengan Korea Utara dan Rusia. Jumlah kasus mencapai lebih dari dua pertiga dari total infeksi COVID-19 domestik.

Sepanjang tahun 2021, China hanya melaporkan penambahan dua kasus kematian. Terakhir kali China melaporkan kasus kematian COVID-19 yakni di 25 Januari 2021,

Sementara kasus baru bertambah 2.228 orang, lebih rendah dari hari sebelumnya yakni 2.416 per Jumat (18/3/2022).

Dari total kasus tersebut, 2.157 orang merupakan kasus transmisi lokal, lebih rendah dibandingkan Jumat (18/3/2022) yakni 2.388. Sebanyak 78 persen dari total kasus disumbang provinsi Jilin dan sisanya ditemukan di provinsi tenggara Fujian dan provinsi selatan Guangdong.

Jumlah kasus baru COVID-19 asimptomatik atau tanpa gejala yang tidak diklasifikasikan China sebagai kasus yang dikonfirmasi, mencapai 1.823 orang, tetap lebih rendah dibandingkan sebelumnya yaitu 1.904 kasus.

Total akumulatif korban tewas COVID-19 China naik menjadi 4.638. Dalam waktu yang sama, total kasus konfirmasi COVID-19 mencapai 128.462 orang.



Simak Video "Ada 74 Persen Pasien Covid-19 Gejala Berat di RS yang Belum Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT