Minggu, 20 Mar 2022 18:30 WIB

Round Up

Mengenal Gegar Otak Seperti Dialami Marc Marquez, Gejala hingga Komplikasi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
MISANO ADRIATICO, ITALY - OCTOBER 23: Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team looks on in box during the MotoGP of Emilia Romagna - Qualifying at Misano World Circuit on October 23, 2021 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Marc Marquez mengalami gegar otak (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Rider Repsol Honda Marc Marquez dinyatakan mengalami gegar otak usai mengalami kecelakaan di sesi warm up Pertamina Grand Prix of Indonesia, Minggu (20/3/2022).

Meskipun demikian, direktur tim medis MotoGP, dr Angel Charte, mengungkapkan kondisi Marquez saat ini baik-baik saja. Hanya saja membutuhkan beberapa waktu untuk mengetahui dampak dari cedera gegar otak yang dialaminya.

Karena itu demi keamanan Marquez dinyatakan tidak cukup sehat untuk bertanding.

"Marc baik-baik saja. Dia mengalami kecelakaan energi tinggi di sesi pemanasan yang mengakibatkan cedera kepala," kata dr Angel seperti dikutip dari laman MotoGP.

"Awalnya kami periksa di sini, tapi kemudian ia dirujuk ke rumah sakit di Lombok. Ia menjalani beberapa pemeriksaan radiologi yang hasilnya negatif. Dengan kesepakatan bersama rider dan tim, serta sifat patologi cedera seperti ini yang butuh observasi 12-24 jam, rider, tim, dan staf MotoGP memutuskan ia tidak cukup sehat untuk bertanding," lanjut dr Angel.

Dikutip dari Mayoclinic, Minggu (20/3/2022), gegar otak adalah cedera otak traumatis yang mempengaruhi fungsi otak seseorang. Umumnya efek dari gegar otak dapat bersifat sementara dan disertai dengan gejala sakit kepala, masalah konsentrasi, memori, keseimbangan, dan koordinasi. Jatuh adalah penyebab paling umum seseorang mengalami gegar otak.

Gejala Gegar Otak

Berikut sejumlah gejala gegar otak yang perlu diketahui.

  • Sakit kepala
  • Berdenging di telinga
  • Mual
  • muntah
  • Kelelahan atau ngantuk
  • Pandangan yang kabur

Bahaya Gegar Otak

Pada beberapa kasus, gegar otak dapat disertai dengan hilang kesadaran, tetapi sebagian besar tidak.

Gejala dan tanda gegar otak bisa tersamar dan tidak langsung muncul seketika. Beberapa bisa bertahan berhari-hari, bahkan lebih lama.

Beberapa gejala yang umum adalah kehilangan ingatan (amnesia) dan bingung. Termasuk, lupa penyebab gegar otak.

Kondisi ini tentunya tak boleh disepelekan lantaran bisa memicu komplikasi serius.

Komplikasi Gegar Otak

Adapun komplikasi gegar otak, seperti:

1. Sakit kepala pasca trauma

Beberapa orang mengalami sakit kepala terkait gegar otak hingga tujuh hari setelah cedera otak.

2. Vertigo pasca trauma

Selain itu, beberapa orang juga ada yang mengalami rasa berputar atau pusing selama berhari-hari, berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah cedera otak.

3. Gejala pasca-gegar otak yang persisten (sindrom pasca-gegar otak)

Sebagian kecil orang (15 persen sampai 20 persen) mungkin memiliki gejala termasuk sakit kepala, pusing dan kesulitan berpikir yang bertahan lebih dari tiga minggu. Jika gejala ini bertahan lebih dari tiga bulan, bisa jadi seseorang mengalami gejala pasca-gegar otak yang persisten.

4. Mengalami gegar otak untuk kedua kalinya

Komplikasi berikutnya, seseorang bisa mengidap gegar otak untuk kedua kalinya meskipun kondisi ini jarang dialami. Gegar otak kedua sebelum tanda dan gejala gegar otak pertama teratasi dapat mengakibatkan pembengkakan otak yang cepat dan fatal.

Untuk itu, penting bagi atlet tak melakukan aktivitas olahraga saat mereka masih mengalami tanda dan gejala gegar otak.



Simak Video "Penggunaan Ganja Medis Juga Punya Risiko, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)