Rabu, 23 Mar 2022 14:14 WIB

Sudah Vaksin, Hillary Clinton Keluhkan Gejala COVID-19 Seperti Ini

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sarankan Hillary Clinton untuk merajut, Vanity Fair minta maaf Hillary Clinton positif COVID-19. Foto: BBC World
Jakarta -

Mantan Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton, mengumumkan dirinya positif COVID-19. Meski dirinya mengalami sejumlah gejala ringan, Clinton mengaku dirinya baik-baik saja.

"Saya sudah dinyatakan positif COVID. Saya mengalami beberapa gejala pilek ringan, tetapi saya merasa baik-baik saja," ujar Clinton lewat akun Twitter resminya @HillaryClinton, Selasa (23/2/2022).

"Saya bersyukur atas perlindungan yang bisa diberikan vaksin terdapat penyakit serius (COVID-19). Silakan divaksinasi dan dikuatkan jika Anda belum divaksinasi," imbuhnya mantan ibu negara AS tersebut.

Ia juga menyebut, suaminya yakni mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dinyatakan negatif COVID-19. Ia menyebut, suaminya ikut dikarantina hingga situasi di rumahnya benar-benar bersih dari virus Corona.

Pada hari Clinton beroleh hasil tes positif COVID-19, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengumumkan dirinya tidak akan menemani Presiden Joe Biden dalam perjalanannya ke Eropa. Pasalnya, Jen Psaki dinyatakan positif COVID-19 pada hari sebelumnya.

Sebelumnya pada 13 Maret 2022, mantan Presiden AS, Barrack Obama, mengumumkan dirinya positif COVID-19. Ia mengalami gejala berupa tenggorokan gatal. Seperti banyak kasus, ia mengaku dirinya hanya mengalami gejala ringan lantaran telah dikuatkan oleh vaksin COVID-19.

Dikutip dari CNBC, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mencatat subvarian 'Omicron siluman' BA.2 kini menyumbang hampir 35 persen kasus COVID-19 di AS. Pada Selasa (23/2), CDC menyebut peningkatan kasus COVID-19 di AS mencapai 10 persen dari pekan sebelumnya, bersamaan BA.2 terdeteksi di 23 persen kasus COVID-19 di AS.

Pada saat yang sama, mengacu pada Dasbor Data Covid NBC News, kasus virus Corona secara nasional telah turun hampir 24 persen dalam dua pekan terakhir.



Simak Video "WHO Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Usai: Kasus Naik di 50 Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)