RI Hapus Wajib Karantina dan Bolehkan Mudik, Pakar Angkat Bicara

ADVERTISEMENT

RI Hapus Wajib Karantina dan Bolehkan Mudik, Pakar Angkat Bicara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 24 Mar 2022 08:01 WIB
Indonesia dan sejumlah negara lainnya menangguhkan perjalanan dari beberapa negara di Afrika. Hal itu dilakukan imbas munculnya varian Omicron.
Pemerintah hapus wajib karantina, benarkah sudah aman tak akan memicu lonjakan kasus? (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai situasi Indonesia saat ini memang belum sepenuhnya aman, tetapi pelonggaran wajar dilakukan lantaran sudah ada bekal imunitas dari vaksinasi maupun infeksi COVID-19.

"Kalau benar-benar aman belum, tapi sekali lagi kan ini ada modal cakupan imunisasi dan imunitas jadi bisa rujukan, tapi ini saja belum kuat," terang Dicky kepada detikcom Rabu (23/3/2022).

"Yang harus diperkuat adalah kriteria dari orang yang mudiknya itu yang harus punya status vaksinasi dua dosis datau sudah di-booster lebih dari enam bulan," lanjutnya.

Dicky tetap memberikan catatan terkait protokol kesehatan di tempat umum termasuk fasilitas transportasi. Perlu adanya sirkulasi udara yang baik demi mencegah penularan terus meningkat di tengah mobilitas yang sudah semakin diperlonggar.

"Kemudian kriteria dari modal-modal sirkulasi udara di tempat-tempat tujuan baik wisata itu juga harus dipastikan adalah prokes-nya juga, jadi ada pelonggaran seperti ini harus disertai dengan penguatan dari aspek 5m-nya dan juga protokol sesuai dengan setting-setting di daerahnya," lanjut dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil sero survei peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menunjukkan 86,6 persen warga Indonesia sudah memiliki imunitas tubuh yang kuat. Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, banyak di antara mereka yang bahkan memiliki super immunity.

"Dugaan awal kita kan vaksinasi-nya agak lambat, jadi antibodi masyarakat masih tinggi dan gelombang Delta yang kita alami cukup besar," terang Menkes Budi dalam konferensi pers Rabu (23/2/2022).

"Sehingga masyarakat sudah memiliki double immunity (imunitas yang dihasilkan dari vaksinasi dan infeksi), membuat super immunity, imunitas-nya super kuat dan bertahan lebih lama," tuturnya.

Simak Video 'Ramadhan dan Lebaran Tahun Ini: Bisa Tarawih Berjamaah di Masjid, Boleh Mudik':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT